ADVERTISEMENT

Rabu, 03 Agu 2022 15:15 WIB

Apa Saja Gejala Omicron BA.5? Begini Pengakuan 'Alumni' yang Pernah Merasakannya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
SDN Jati 01 Pagi, Pulo Gadung, Jakarta Timur, gelar swab PCR massal yang diikuti para guru. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran Corona di lingkungan sekolah Apa saja gejala Omicron BA.5? (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Kasus COVID-19 di sejumlah negara, termasuk Indonesia kini mengalami lonjakan yang signifikan. Penyebab kenaikan ini diyakini imbas dari Omicron BA.5, subvarian yang disebut bisa menembus dari kekebalan yang sudah terbentuk sebelumnya. Lantas, apa saja gejala Omicron ini?

Berikut gejala Omicron BA.5 paling umum, tak biasa, hingga rasa sakit tenggorokan akibat subvarian Omicron tersebut.

Apa Saja Gejala Omicron BA.5 Paling Umum?

Sejumlah pakar menyebut Omicron BA.5 memicu gejala yang lebih ringan dibandingkan strain aslinya BA.1 maupun Delta. Dikutip dari UC Davis Health, terdapat beberapa gejala umum dari subvarian Omicron BA.5. Di antaranya:

  • Pilek
  • Batuk
  • Sakit Tenggorokan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Kelelahan

Gejala Tak Biasa Omicron BA.5

Memang sih gejalanya mirip dengan penyakit flu, namun kita tetap harus waspada lantaran subvarian Omicron BA.5 juga bisa memicu gejala tak biasa. Salah satu pasien bernama Dr Claire Taylor membagikan pengalamannya usai terinfeksi subvarian Omicron BA.5.

Melalui media sosial miliknya, wanita yang berprofesi sebagai dokter asal Inggris itu bersama putranya mengalami gejala yang mirip dengan meningitis. Keduanya mengalami sakit dan kaku pada leher, bahkan sensitif terhadap cahaya.

"Saya merasakan sakit di mana-mana (tubuh), terasa seperti ditabrak bus, sakit di sekujur tubuh," tulis Dr Claire di akun Twitter miliknya, dikutip dari Express UK.

Dr Claire juga mengungkapkan rasa sakit pada tubuhnya itu berlangsung selama beberapa hari sebelum lehernya menjadi kaku. Selain itu, ia juga mengalami gejala mati rasa, kesemutan di lengan kiri, serta gangguan penglihatan.

"Saya sebenarnya tidak bisa menggerakkan leher saya sama sekali. Suhu tubuh naik dan merasa tersiksa. Tidak ada gejala flu sama sekali," tegasnya.

"Ini seperti bukan virus pernapasan untuk anak saya dan saya - itu pada dasarnya adalah meningitis virus (demam, sakit leher dan kekakuan dan tidak suka cahaya terang)," cuit dokter itu.

Rasa Sakit Tenggorokan Gejala Omicron BA.5

Di sisi lain, dokter perawatan kritis dan spesialis penyakit paru-paru, Dr Mike Hansen, juga membagikan bagaimana rasa sakit tenggorokan gejala Omicron BA.5.

Menurutnya, gejala tersebut sangat menyiksa dirinya, bahkan terasa sangat sakit setiap menelan air liur.

"Sangat menyakitkan," kata Dr Hansen.

"Meskipun sakit tenggorokan saya benar-benar tidak mengganggu saya ketika saya akan minum cairan atau menelan makanan, tapi setiap kali saya memiliki air liur di belakang tenggorokan saya dan akan menelan, itu sangat menyakitkan," jelas Dr Hansen.

Selain sakit tenggorokan, Dr Hansen juga mengalami gejala lain, seperti kelelahan, demam, pilek, dan batuk.

"Bagian terburuknya adalah tiga hingga empat hari pertama," bebernya.



Simak Video "4 Kasus Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 Ditemukan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT