ADVERTISEMENT

Kamis, 04 Agu 2022 05:03 WIB

Round Up

Kemenkes Telusuri Bayi Meninggal 'Dipaksa' Lahir Normal, RS Sebut Preeklamsia

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
RSUD Jombang Kasus bayi meninggal di RSUD Jombang jadi sorotan, disebut karena 'dipaksa' lahir normal (Foto: Enggran Eko Budianto)

Perihal status keanggotaan pasien di BPJS Kesehatan juga sempat menjadi sorotan, disebut-sebut menjadi alasan RS memberikan perlakukan berbeda. RSUD Jombang dalam rilisnya membantah hal ini.

Meski demikian, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof Dr Ali Ghufron Mukti menekankan bahwa dalam situasi darurat pasien berhal mendapat pelayanan sesuai yang dibutuhkan. Hal ini diatur dalam undang-undang.

"BPJS itu mau kelas berapapun, tidak dibedakan lihat dulu kondisi emergencynya, ingat dokter itu tidak boleh membedakan ada itu di undang-undang kedokteran," pungkasnya.

Dalam pernyataannya, RSUP Jombang membantah kasus yang viral berhubungan dengan status pasien sebagai peserta BPJS Kesehatan kelas 3. Dikatakan, tindakan yang diberikan sudah sesuai prosedur.

"Penanganan pasien di RSUD Jombang dilakukan berdasarkan indikasi medis. Kami tidak pernah membedakan status pasien. Jadi, tidak dilakukan SC (operasi caesar terhadap Rohma) di awal karena betul-betul atas dasar indikasi medis, bukan karena pasien ini KIS (kartu Indonesia sehat)," kata Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan (Yanmed) RSUD Jombang dr Vidya Buan, seperti dikutip dari detikJatim, Rabu (3/8).

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Dirut BPJS Pastikan Pengobatan Penyakit Kawasaki Ditanggung BPJS"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT