ADVERTISEMENT

Kamis, 11 Agu 2022 15:36 WIB

Istri Ferdy Sambo Disebut Trauma, Kapan Seseorang harus ke Psikiater?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Istri Ferdy Sambo datangi Mako Brimob Foto: Istri Ferdy Sambo datangi Mako Brimob. (Dwi/detikcom)
Jakarta -

Tim Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebut istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi kurang kooperatif saat memberikan keterangan. Alasannya, ia malu bercerita.

"Ya memang yang terucap hanya itu, 'malu, Mbak, malu'. Ya malunya kenapa kita nggak tahu," papar Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi di kantornya, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (10/8/2022).

Namun, terlepas dari hal itu, tim LPSK menyebut Putri membutuhkan pemulihan mental dengan penanganan dokter psikiater.

"Terlepas Ibu P ini adalah pemohon perlindungan ke LPSK dan mungkin juga saksi dalam perkara pidana yang sedang diselidiki, tetapi Ibu P ini secara pribadi butuh penanganan dokter psikiater," ungkapnya, dikutip dari detikNews.

Kapan Seseorang Dianggap Memerlukan Penanganan Psikiater?

Psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ, dari RSJ Marzoeki Mahdi Bogor menyebut seseorang membutuhkan penanganan psikiater saat mengalami perubahan drastis terkait pikiran, perasaan, hingga perilakunya yang mengganggu kehidupan sehari-hari, termasuk produktivitas hingga hubungan atau relasi dengan orang lain.

"Kalau dirasakan adanya gangguan dan pikiran yang memberikan dampak dan konsekuensi tersebut, di situlah timingnya seseorang pergi ke dokter psikiater untuk kemudian dilakukan dulu pemeriksaan atau assesment," kata dr Lahargo, kepada detikHealth, Kamis (11/8/2022).

Pemeriksaan termasuk wawancara dengan pasien dan keluarga pasien untuk mengetahui keluhan utama yang bersangkutan. Psikiater juga nantinya memastikan bagaimana status mental pasien tersebut.

"Kemudian akan dilakukan melihat memeriksa status mental, pada status mental ini seorang psikiater akan lihat bagaimana pembicaraannya, bagaimana sikap dan perilakunya dan pengalaman kondisi mood dan affectnya bagaimana proses pikirannya, jadi banyak di status mental yang akan diperiksa oleh seorang psikiater," sambung dia.

Setelah melalui beberapa proses pemeriksaan hingga validasi, barulah muncul diagnosis pasien dengan rujukan terapi dan obat tertentu.

Bagaimana Pemulihannya?

dr Lahargo menyebut kebutuhan penanganan pasien pada seseorang yang tengah tersandung kasus besar, seperti istri Irjen Ferdy Sambo, beragam. Artinya, waktu pemulihan pasien dari kemungkinan depresi atau cemas tergantung pada masing-masing kasus.

"Pada umumnya ketika seseorang mendapatkan stressor yang berat, ada berbagai reaksi stres yang dialami, reaksi stres akut misalnya, dia mengalami perubahan secara psikologis, ada perubahan mood, menjadi lebih irritable, dan kemampuan sosial, kognitif yang menurun," sebutnya.

"Itu biasanya dua minggu. Tetapi, kalau lebih dari itu, biasanya ada berbagai gejala lain, bisa depresi, bisa gangguan kecemasan hingga halusinasi, waham, yang termasuk gangguan psikotik," pungkas dia.



Simak Video "Netizen Baper Lihat Pelukan Sambo-Putri, 'Stockholm Syndrome'?"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT