ADVERTISEMENT

Kamis, 11 Agu 2022 16:00 WIB

Terjawab! Menkes Ungkap Alasan BA.5 Tak Bikin COVID-19 RI 'Meroket' Lagi

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Sarah Oktaviani Alam/detikHealth)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus Omicron BA.5 terpantau rendah, sejauh ini harian tertinggi berada di rata-rata 6 ribu kasus. Menurutnya, rendahnya kasus COVID-19 terjawab dengan hasil serosurvey kerja sama Kemenkes RI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia.

Pasalnya, sudah ada 98 persen warga Indonesia memiliki antibodi COVID-19. Baik kemungkinan dari infeksi alamiah maupun vaksinasi. Titer antibodi juga disebutnya meningkat signifikan pada mereka yang melakukan vaksinasi booster, lebih dari 10 kali lipat.

"Ini kan kami melakukan kebijakan berbasis data, Desember kita serosurvey 80 persen lah warga Indonesia yang memiliki antibodi, sekarang dianalisis lagi per Juli naik ke 98 persen antibodi, bisa dari infeksi maupun vaksinasi," beber Menkes saat ditemui detikcom di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (11/8/2022).

"Kemudian yang kedua rata-rata titer antibodinya di 400 sekarang sudah naik di 4.000, yang menarik kalau nggak dibooster hanya 1.900, jadi menunjukkan betapa pentingnya booster," sambung dia.

Budi menyebut tidak mengherankan kasus COVID-19 di Indonesia jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara lainnya yang bisa melaporkan kasus harian mencapai 300 ribu akibat Omicron baru BA.4 dan BA.5.

"Itu yang menjelaskan kenapa si di negara lain itu BA.5 ada yang sampai 200-300 ribu, kita BA.4, BA.5 kok rendah? Itu gara-gara itu, karena sudah cukup tinggi lah antibodinya," sambung dia.

"98 persen lebih dibandingkan 87 persen dibandingkan Desember, kemudian yang sudah booster titer antibodinya naik dari 400-an bisa sampai empat ribuan yang sudah punya booster," pungkas dia.



Simak Video "WHO Bicara Prospek Vaksin Covid-19 Hirup untuk Akhiri Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT