Kasus Aktif COVID-19 RI Tembus 53 Ribu, DKI-Jabar Penyumbang Terbanyak

ADVERTISEMENT

Kasus Aktif COVID-19 RI Tembus 53 Ribu, DKI-Jabar Penyumbang Terbanyak

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sabtu, 13 Agu 2022 06:18 WIB
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19.
COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)

Sejumlah pakar memperkirakan, akan terjadi pergeseran tren pada gelombang Omicron BA.4-BA.5 kali ini. Jika sebelumnya diprediksi akan mencapai puncak pada Juli 2022, maka kemungkinan bakal mundur hingga akhir Agustus.

Perubahan tren ini juga teramati di sejumlah negara lain. Salah satu faktor yang diyakini berpengaruh adalah kemunculan subvarian baru BA.2.75 meski subvarian ini belum teridentifikasi di Indonesia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Maxi Rein Rondonuwu, mengamini adanya kemungkinan peak gelombang BA.4-BA.5 akan lebih lama terlewati.

"Bisa saja Agustus, kalau lihat tren sekarang, tapi semoga saja nggak ada varian baru lagi ya," kata dr Maxi, Kamis (11/8/2022).



Simak Video "Seputar Temuan Virus Mirip Covid-19 pada Kelelawar di China Selatan"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT