Peneliti Sorot Resesi Seks China, Harus Apa Biar Warga Mau Punya Anak?

ADVERTISEMENT

Peneliti Sorot Resesi Seks China, Harus Apa Biar Warga Mau Punya Anak?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jumat, 19 Agu 2022 12:30 WIB
BEIJING, CHINA -MAY 30: Office workers wait in line to show their health codes and proof of 48 hour negative nucleic acid test, outside an office building after some people returned to work, in the Central Business District on May 30, 2022 in Beijing, China. China is trying to contain a spike in coronavirus cases in Beijing after hundreds of people tested positive for the virus in recent weeks. Local authorities have initiated mass testing, mandated proof of a negative PCR test within 48 hours to enter many public spaces, closed schools and  banned gatherings and inside dining in all restaurants, and locked down many neighborhoods in an effort to maintain the countrys zero COVID strategy. Due to improved control and lower numbers of new cases and reduced spread, municipal officials from Sunday permitted the easing of some restrictions to allow for limited return to office, resumption of public transport, and the re-opening of many shopping malls, parks, and scenic spots with limited capacity in some districts. (Photo by Kevin Frayer/Getty Images)
Foto: Getty Images/Kevin Frayer

Langkah Pemerintah China

Seiring imbauan untuk mencegah aborsi demi mengembalikan tingkat kelahiran yang menurun, pemerintah China berjanji untuk meningkatkan layanan kesehatan untuk wanita sebelum dan sesudah melahirkan. Tak lain, untuk mendorong lebih banyak warga berniat memiliki anak.

Selama beberapa tahun, pihak berwenang juga merencanakan perluasan akses IVF (bayi tabung) untuk wanita lajang dan pasangan yang sudah menikah.

Komisi kesehatan mengatakan, akan memandu pemerintah daerah dan lembaga kesehatan untuk menyediakan layanan pendidikan kesehatan, konseling psikologis, pengobatan tradisional Tiongkok, obat, bedah, hingga teknologi reproduksi untuk meningkatkan pencegahan infertilitas.

Kampanye edukasi seks juga akan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sembari mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan mengurangi aborsi yang tidak diperlukan secara medis.

Mengingat, mengacu pada laporan yang diterbitkan pihak komisi pada 2021, setidaknya 9,5 juta aborsi dilakukan sepanjang 2015-2019. Namun sejumlah ahli kesehatan meyakini, jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi.


(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT