Pakar Sebut BPA Bisa Picu Kanker Payudara, Ini Penjelasannya

ADVERTISEMENT

Pakar Sebut BPA Bisa Picu Kanker Payudara, Ini Penjelasannya

Hanifah Widyas - detikHealth
Rabu, 31 Agu 2022 12:35 WIB
Ilustrasi Kanker Payudara
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Senyawa Bisphenol A (BPA) yang kerap hadir pada kemasan plastik polikarbonat berpotensi mengancam kesehatan masyarakat. Salah satu penyakit yang bisa ditimbulkan dari senyawa tersebut yakni kanker payudara.

Data Kementerian Kesehatan pada 2022 menyebutkan penyakit tersebut berada posisi pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia. Serta menjadi penyumbang kematian pertama akibat kanker. Secara angka, data Globocan pada 2020 menyebutkan, jumlah kematian pada periode tersebut mencapai 22.000 ribu jiwa.

"BPA bisa menyerupai hormon estrogen. Sangat dicurigai dapat memicu kanker payudara," kata Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof. Aru Wisaksono Sudoyo dalam keterangan tertulis, Rabu (31/8/2022).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah menyampaikan kekhawatiran mereka pada plastik kemasan berbahan BPA. BPA biasa digunakan dalam lapisan kaleng makanan untuk memperlambat korosi. Kini, penggunaan polikarbonat juga digunakan sebagai material berupa bahan atap dan penutup pagar.

Ia mengatakan, setiap zat yang membuat hormon estrogen diproduksi secara masif dan berlebihan termasuk senyawa BPA diduga kuat dapat memicu kemunculan sel kanker.

"BPA sendiri kerap dikaitkan dengan zat karsinogen yang juga cukup berpengaruh pada timbulnya sel kanker," jelasnya.

Sementara itu, pakar Biomedik Farmasi dan Farmakologi sekaligus Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Prof. Junaidi Khotib mengatakan senyawa tersebut bisa mengkontaminasi makanan dan minuman. Hal inilah yang menyebabkan senyawa BPA bisa masuk ke tubuh manusia.

"Dari kajian yang dilakukan, terjadi pelepasan atau migrasi partikel BPA ke makanan atau minuman yang bersinggungan langsung dengan kemasan primer, sehingga partikel BPA dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman," kata Junaidi.

Ia menuturkan selain dapat memicu kanker payudara, senyawa tersebut juga menghadirkan gangguan kesehatan lainnya yang cukup serius. Bahkan bisa mengancam kesehatan anak-anak.

"Konsentrasi BPA dalam darah dan urin sangat erat dengan berbagai penyakit yang berkaitan dengan gangguan endokrin, yaitu gangguan pada hormonal sistem, perkembangan saraf dan mental pada anak-anak," tutupnya.



Simak Video "Pengobatan Pasien Kanker Payudara Tergantung Tingkat Stadium"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT