Menko PMK Ngaku Malu Kasus TBC Indonesia Terbanyak ke-3 di Dunia

ADVERTISEMENT

Menko PMK Ngaku Malu Kasus TBC Indonesia Terbanyak ke-3 di Dunia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 31 Agu 2022 13:27 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy
Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Indonesia menjadi negara penyumbang kasus tuberkulosis (TBC) terbanyak di dunia, menempati urutan ketiga. Menko PMK Muhadjir Effendy mengungkap total kasus TBC per 2021 diperkirakan mencapai 824 ribu, hanya sekitar 61 persen di antaranya yang sudah menerima pengobatan.

"Berarti masih ada 40 persen yang berkeliaran yang belum bisa kita kirim untuk mau berobat," kata dia dalam siaran YouTube Kemenko PMK, Rabu (31/8/2022).

"Menurut data Global Report TB 2021, Indonesia masuk di 10 besar negara dengan beban kasus TBC, TB HIV, dan TBRO terbanyak di dunia. Tentu saja hal ini bukan sebuah prestasi, suatu hal yang agak memalukan," sambungnya.

Beberapa tenaga kerja yang diberangkatkan ke luar negeri, menurut Muhadjir, banyak yang dipulangkan karena mengidap TBC. Padahal, saat keberangkatan sejumlah warga tersebut tidak mengeluhkan gejala apapun.

"Jadi tenaga kerja kita yang dikirim ke luar negeri itu banyak yang dipulangkan karena TB, dari sini waktu diperiksa baik-baik saja, setelah sampai disana diperiksa ulang ternyata menderita tuberkulosis dan itu jumlahnya tidak sedikit," terang dia

"SDM kita itu masih tidak unggul salah satu penyebabnya sebagian adalah karena komorbid TBC ini," katanya.

Ia berharap gambaran kasus tersebut bisa memotivasi sejumlah pihak untuk memperkuat eliminasi kasus TBC yang ditargetkan tercapai 2030 mendatang. Masyarakat diimbau untuk selalu mewaspadai risiko terpapar, terlebih jika ada satu anggota yang terinfeksi TBC.

"Biasanya kalau sudah ada yang terkena satu orang, tanpa disadari maka seluruh keluarga akan terkena juga," katanya.

"Makanya tadi saya agak sedikit menyinggung dengan Pak Menteri Desa, ini mungkin perlu ada realisasi dari apa yang diarahkan oleh Pak Presiden, perlu ada tempat semacam mini sanatorium di level kecamatan atau level kabupaten, sehingga mereka yang diketahui dia TB harus dipisahkan dari keluarga dan kemudian melakukan pengobatan rutin," pungkas dia.



Simak Video "Pemohon Visa Korea Wajib Lampirkan Hasil Pemeriksaan Penyakit TB"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT