Tren 'Sleepover Date' Viral di Medsos, Pakar Ungkap Risiko Seks Bebas

ADVERTISEMENT

ROUND UP

Tren 'Sleepover Date' Viral di Medsos, Pakar Ungkap Risiko Seks Bebas

Mochammad Fajar Nur - detikHealth
Kamis, 08 Sep 2022 20:31 WIB
A portrait of a couple standing on a bedroom together, a man wrapping his hand on the womans shoulder, for marriage life, relationship and family life concept.
Ilustrasi sleepover date. Foto: Getty Images/iStockphoto/Pranithan Chorruangsak

Menurut Sari, bagaimana pun bentuknya, perilaku seks bebas bisa berimbas pada fisik hingga mental. Hal ini dapat berdampak pada keberhargaan diri dan risiko secara sosial.

"Padahal, untuk hal yang berisiko ini disayangkan sekali. Untuk hal-hal berisiko, yang sifatnya bisa merugikan baik secara fisik maupun mental, ini seharusnya jangan dinormalisasi," imbuh Sari.

"Risiko fisik itu pasti dampaknya besar sekali terhadap psikologi. Keberhargaan diri, kemudian risiko dia secara sosial, aktualisasi dirinya di hal-hal lain, itu menjadi fokusnya kurang karena terlalu asyik dengan hal-hal yang seperti ini. Jadi fisik dan psikologis tentu dampaknya besar," sambungnya.

Bikin Sulit Berkomitmen

Selain itu, perilaku seks bebas dengan titel 'Sleepover Date' berisiko memicu turunnya keberhargaan diri dan keberanian untuk berkomitmen dalam hubungan.

"Selain keberhargaan diri, keberanian untuk berkomitmen, kejujuran terhadap orang lain atau keluarga, ini semakin lama akan semakin terkikis dengan kebiasaan-kebiasaan seperti ini. Menghargai komitmen, keseriusan, dan lain-lain juga akan berkurang karena pemikirannya adalah hanya ke arah situ," pungkasnya.


(mfn/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT