Dokter Beberkan Sederet Pemicu Tumor Payudara, Seblak Termasuk Nggak Ya?

ADVERTISEMENT

Dokter Beberkan Sederet Pemicu Tumor Payudara, Seblak Termasuk Nggak Ya?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 15 Sep 2022 10:00 WIB
Viral curhatan seorang wanita mengidap tumor payudara usai terbiasa makan seblak hingga mi ayam setiap hari.
Foto: Tangkapan layar: SS Viral

Prof Zubairi menjelaskan terdapat faktor risiko penyebab tumor dan kanker payudara yang bisa diubah dan tidak bisa diubah. Faktor yang tidak bisa diubah misalnya usia, mutasi genetik, riwayat reproduksi, bentuk payudara yang padat (dense), riwayat keluarga, dan riwayat pengobatan radioterapi.

Sedangkan faktor penyebab tumor dan kanker payudara yang bisa diubah menurut Prof Zubairi antara lain:

1. Tidak Aktif Bergerak Fisik

Prof Zubairi menjelaskan, minimnya keaktifan fisik bergerak bisa memicu besarnya risiko tumor dan kanker payudara. Misalnya pada orang yang jarang berolahraga, tidak aktif bergerak, terlalu banyak duduk, atau nonton televisi.

2. Obesitas

Faktor risiko kedua yakni overweight atau obesitas, serta obesitas yang terjadi setelah menopause. Prof Zubairi menjelaskan, acuan obesitas adalah Indeks Massa Tubuh di atas 30.

3. Riwayat Replacement Treatment

"Kemudian kalau ada riwayat replacement treatment, jadi pada orang yang menopause itu kadang-kadang sekitar vagina genitalianya terasa kering. Kemudian dulu orang (meminum) pil untuk memperbaiki, itu berisiko," jelas Prof Zubairi.

4. Riwayat Reproduksi dan Tidak Menyusui

"Jadi kalau mempunyai hamilnya usia 30, hamil pertama di atas usia 30 tahun berisiko lebih tinggi. Kedua, kalau tidak menyusui," ungkap Prof Zubairi.

"Berikutnya nggak pernah melahirkan bayi usia cukup. Misalnya 35 minggu sampai 37 minggu melahirkan, itu berisiko," sambungnya.

5. Konsumsi Alkohol

Terakhir, Prof Zubairi menjelaskan faktor risiko pemicu tumor dan kanker payudara yang bisa dihindari adalah konsumsi minuman alkohol.

"Kanker payudara adalah kanker yang paling banyak ditemukan di Indonesia dibandingkan kanker lain dan juga penyebab kematian utama," ungkap Prof Zubairi.

Saksikan juga d'Mentor On Location: Cuan 'Maut' Ekspor Ikan Hias Laut

[Gambas:Video 20detik]




(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT