Viral Wanita Perdarahan Sampai Pingsan di Malam Pertama, Inikah Penyebabnya?

ADVERTISEMENT

Viral Wanita Perdarahan Sampai Pingsan di Malam Pertama, Inikah Penyebabnya?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jumat, 16 Sep 2022 10:31 WIB
Kisah Viral Perdarahan Malam Pertama Sampai Harus Transfusi 2 Kantong Darah
Foto: Tangkapan layar TikTok @nurulapryni104
Jakarta -

Viral wanita menceritakan kisahnya yang mengalami pendarahan hebat usai berhubungan seks pertama kali hingga harus menjalani transfusi darah. Kejadian itu membuatnya hampir trauma.

Kejadian tersebut awalnya dianggap normal terjadi saat malam pertama karena adanya robekan selaput dara namun selang beberapa menit, darah terus mengalir dan membuat wanita tersebut pingsan.

Kondisi pendarahan saat melakukan hubungan seks normal terjadi pada beberapa wanita, meski tidak semua mengalaminya. Namun pendarahan hebat seperti yang dialami wanita tersebut termasuk kasus yang jarang.

Dikutip dari Medical News Today, pendarahan postcoital mengacu pada pendarahan di area genital setelah hubungan seksual. Pakar medis biasanya menggunakan istilah ini untuk menggambarkan pendarahan dari vagina, kejadian yang cukup umum yang disebabkan oleh berbagai faktor.

Penyebab pendarahan saat berhubungan seks:

Cedera

Gesekan dan abrasi saat berhubungan seksual dapat dengan mudah menyebabkan robekan kecil dan luka pada jaringan genital yang sensitif. Kondisi seperti melahirkan juga dapat menyebabkan jaringan vagina meregang dan robek, terkadang membuatnya lebih rentan terhadap cedera.

Saat pertama kali melakukan hubungan seksual, lipatan kecil kulit vagina yang disebut selaput dara sering meregang dan pecah. Pendarahan kecil yang disebabkan oleh ini dapat berlangsung selama 1 hingga 2 hari.

Vagina kering

Kekeringan adalah salah satu penyebab paling umum dari perdarahan saat berhubungan seks. Kulit kering menjadi sangat rentan terhadap kerusakan.

Infeksi

Semua jenis infeksi dapat menyebabkan peradangan pada jaringan vagina, membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan. Ini biasanya termasuk infeksi jamur, penyakit radang panggul, servisitis, vaginitis, dan infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT