Mana yang Lebih Toksik di Kantor, Quiet Quitting atau Quiet Firing?

ADVERTISEMENT

Mental Health

Mana yang Lebih Toksik di Kantor, Quiet Quitting atau Quiet Firing?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 19 Sep 2022 05:39 WIB
Young Asian businesswoman sitting on desk overworked tired sleep over a laptop at office. Exhausted burnout lady  with two post-it over her eyes, adhesive notes on face sleeping at workplace.
Tren baru quiet quitting dapat tandingan quiet firing (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tirachard)

Di sisi lain, tren quiet quitting juga meningkat di kalangan pekerja. Sebuah unggahan viral di media sosial menungajak karyawan untuk menormalisasi perilaku tidak membalas pesan atasan di luar jam kerja.

"Yuk bisa yuk quite quitting," tulis salah satu pengguna Twitter menanggapi unggahan tersebut.

Pada prinsipnya, quiet quitting adalah memberikan batasan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi atau dengan kata lain kerja seperlunya saja.

Di satu sisi, hal ini penting untuk kesehatan mental dalam kaitannya dengan work-life balance. Namun di sisi lain, kerap kali hal ini dilakukan dengan semangat melepas tanggung jawab, yang pada akhirnya memberi beban lebih pada rekan kerja yang lain.

Selain itu, psikolog klinis dan Co-Founder Ohana Space Veronica Adesla juga menyinggung dampak Quiet Quitting pada perkembangan karier seseorang. Terlalu membatasi pekerjaan bagaimanapun dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk belajar banyak.

"Apabila quite quitting diartikan sebagai membatasi diri hanya untuk melakukan pekerjaan yang menjadi jobdesknya tanpa mau mengembangkan diri lebih, belajar hal baru, dan terlibat lebih ataupun memberikan kontribusi lebih untuk perusahaan melalui ide-ide pemikiran maupun peningkatan kompetensi yang dimiliki maka hal ini dapat berdampak pada kariernya dalam jangka panjang," beber Vero.

Komunikasi menjadi satu-satunya solusi paling ideal untuk mengatasi baik quiet quitting maupun quiet firing. Jika dirasa beban kerja memang berlebihan, bukankan akan lebih baik jika disampaikan lalu didiskusikan?



Simak Video "Quiet Quitting Tren Kerja Seperlunya, Apa Sih Itu?"
[Gambas:Video 20detik]

(up/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT