Update COVID-19 RI 20 September: Tambah 2.518 Kasus, Meninggal 15 Jiwa

ADVERTISEMENT

Update COVID-19 RI 20 September: Tambah 2.518 Kasus, Meninggal 15 Jiwa

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 20 Sep 2022 17:17 WIB
Kasus aktif COVID-19 di Indonesia menembus 19 ribu orang per Kamis (7/7/2022). Dari total tersebut, DKI Jakarta masih menjadi penyumbang kasus aktif COVID-19 terbanyak yakni pasien yang membutuhkan perawatan di RS maupun isolasi.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indonesia mencatat 2.518 kasus baru COVID-19, Selasa (20/9/2022). Seiring itu, terdapat kasus sembuh sebanyak 2.533 dan pasien meninggal dunia sebanyak 15 orang.

Total kasus kumulatif COVID-19 terkonfirmasi di Indonesia kini ada sebanyak 6.412.944 kasus, dengan total kasus sembuh 6.228.979 dan total pasien meninggal dunia akibat COVID-19 sebanyak 157.930.

Epidemiolog Pandu Riono dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menilai sudah waktunya Indonesia mengakhiri pandemi COVID-19. Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) disebutnya aman dicabut akhir September.

"Bulan September ini, Indonesia perlu mengakhiri pandemi COVID-19 secara bertahap sebagai periode transisi ke pemulihan sosial ekonomi dengan memperhatikan kelompok yang paling terdampak," cuit Pandu dalam akun Twitter pribadinya.

Bukan tanpa alasan, ada dua latar belakang di balik usulan tersebut yakni tingginya antibodi yang dimiliki mayoritas warga RI serta angka kematian konsisten rendah. Seperti diketahui, hasil serosurvei populasi warga Indonesia Juli lalu, menunjukkan lebih dari 90 persen sudah memiliki antibodi COVID-19.

"Kita sudah melihat tidak ada lonjakan kasus yang tinggi walaupun sudah ada varian baru BA.4 dan BA.5, angka kematiannya juga rendah. Sekalipun ada, itu karena mereka belum divaksinasi," jelasnya saat dihubungi detikcom Selasa (20/9/2022).



Simak Video "Ada 74 Persen Pasien Covid-19 Gejala Berat di RS yang Belum Booster"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT