7 Makanan Pembersih Paru-paru, Napas Jadi Lebih Nyaman Anti Ngos-ngosan

ADVERTISEMENT

7 Makanan Pembersih Paru-paru, Napas Jadi Lebih Nyaman Anti Ngos-ngosan

Alethea Pricila - detikHealth
Kamis, 22 Sep 2022 05:00 WIB
ilustrasi diet detikHealth
Diet untuk membersihkan paru-paru (Foto: infografis detikHealth)
Jakarta -

Kesehatan paru-paru patut menjadi perhatian besar lantaran di organ tersebut, terdapat pertukaran oksigen dan karbondioksida. Namun perlu diketahui, ada banyak penyebab paru-paru bisa kotor mulai dari polusi, radikal bebas hingga rokok.

Jika paru-paru terkontaminasi racun atau partikel tidak sehat, bisa timbul infeksi saluran pernapasan dan beberapa penyakit pernapasan lainnya.

Oleh karena itu, penting untuk manusia senantiasa menjaga paru-paru agar tetap sehat. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya dengan konsumsi makanan yang dapat dijadikan pembersih paru-paru.

Makanan Pembersih Paru-paru

1. Tomat

Sebuah data penelitian pada 2017 menunjukkan konsumsi tomat dapat mengurangi peradangan saluran pernapasan bagi penderita asma dan meningkatkan fungsi paru-paru pada penderita Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Hal ini terjadi karena tomat memiliki kandungan vitamin C yang cukup banyak serta kaya akan likopen dan antioksidan karotenoid.

2. Kunyit

Kandungan antioksidan serta anti-inflamasi yang ada dalam kunyit memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh. Senyawa aktif kurkumin dalam kunyit bisa meningkatkan fungsi paru-paru.

3. Paprika

Kandungan vitamin C yang ada dalam paprika mampu meningkatkan fungsi paru-paru. Dikutip dari Healthline, konsumsi satu paprika merah berukuran sedang (119 gram) memberikan 169 persen dari asupan vitamin C yang direkomendasikan. Bagi perokok, konsumsi buah ini bisa menambah 35 mg vitamin C perhari.

4. Teh hijau

Jenis teh ini memiliki kandungan Epigallocatechin Gallate (EGCG), senyawa yang bekerja sebagai antioksidan dan anti-inflamasi yang bisa menjadi penghambat fibrosis paru dan jaringan parut (luka).

Fibrosis paru adalah penyakit yang ditandai dengan jaringan parut progresif yang mengganggu fungsi paru-paru. Terdapat sebuah studi kecil pada 2020 dengan 20 orang yang menderita fibrosis paru menemukan pengobatan ekstrak EGCG selama 2 minggu bisa mengurangi gejala fibrosis.

5. Apel

Tingginya antioksidan termasuk kandungan flavonoid dan vitamin C dalam apel disebut bisa mengurangi risiko asma dan kanker paru-paru.

Sebuah laporan penelitian menunjukkan mengonsumsi apel secara teratur bisa meningkatkan fungsi paru-paru. Tak hanya itu, konsumsi lima apel atau lebih dalam seminggu bisa menurunkan risiko PPOK.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT