ADVERTISEMENT

Kamis, 22 Sep 2022 10:30 WIB

Satgas Bicara soal Kemungkinan PPKM Dicabut Akhir September

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, khususnya DKI, mengalami penurunan. Namun bukan berarti virus Corona sudah hilang karena kita masih berperang melawan COVID-19. Foto: PIUS ERLANGGA
Jakarta -

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dinilai epidemiolog sudah aman dicabut akhir September, seiring dengan perbaikan tren kasus COVID-19. Namun, Kabid Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Alexander K Ginting menekankan tren penurunan kasus tersebut baru terlihat dalam dua pekan terakhir.

"Kita baru dua minggu terakhir ini kasus aktif menurun dan kasus konfirmasi juga demikian, sebaiknya PPKM kendati semua level 1 tapi ini alat kendali untuk penanggulangan covid di tingkat kabupaten kota," terang Alex saat dihubungi detikcom Kamis (22/9/2022).

Meski PPKM level 1 memperbolehkan hampir seluruh aktivitas beroperasi 100 persen, Alex menilai masih ada pembatasan pergerakan dan kewaspadaan protokol kesehatan dalam strategi tersebut. Inilah yang kemudian membuat pemerintah belum mewacanakan pencabutan PPKM.

"Dengan PPKM berbagai regulasi masih bisa dijalankan seperti protokol kesehatan, regulasi pelaku perjalanan dalam negeri PPDN, pelaku perjalanan luar negeri PPLN, regulasi jika ada mass gathering, gerakan untuk vaksinasi," sambungnya.

Alex kemudian menyinggung cakupan vaksinasi COVID-19 dosis tiga yang hingga kini rata-rata masih berada di angka 26 persen, baru dosis satu dan dua yang sudah melampaui target di atas 70 persen. Dikutip dari vaksin.kemkes.go.id, berdasarkan data cut off Selasa (21/9) 17:01, ada 26,81 persen dari total sasaran yang divaksinasi dosis ketiga.

"Bunyi inmendagri adalah menginstruksikan kepada gubernur bupati dan walikota untuk melaksanakan PPKM sesuai levelisasi masing masing," tegasnya.

"(Adanya PPKM) memberikan alertness, awareness, kewaspadaan, kesiapsiagaan masih terus disounding. Masih ada yang kontrol masker di area publik misalnya ke bandara, terminal, dan pasar. Masih ada kesadaran jika bergejala maka menggunakan masker. Itu lebih baik dari pada tidak ada yang mengawasi," pungkas dia.



Simak Video "Studi AS Ungkap Covid-19 Memperparah Kerusakan Otak Jangka Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT