ADVERTISEMENT

Jumat, 23 Sep 2022 14:30 WIB

Dear Bapak-bapak, Kok Ogah Banget Pakai Kondom buat KB Sih?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Collection of colorful condomsSelective focus; shallow DOF Ilustrasi kondom. (Foto: istock)
Jakarta -

Partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia masih sangat rendah. Miskonsepsi bahwa kontrasepsi merupakan tanggung jawab istri masih dipegang oleh sebagian besar keluarga.

Berdasarkan data yang dihimpun BKKBN, jumlah keikutsertaan pria dalam program KB yakni kondom baru 3,27 persen dan 0,4 persen untuk vasektomi. Berbagai alasan diungkapkan oleh pria atas rendahnya minat mereka menggunakan alat kontrasepsi.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan anggapan kondom mengurangi kenikmatan seksual juga menjadi alasan banyak pria ogah ber-KB. Belum lagi mereka menganggap memakai kondom ribet dan mengganggu kenyamanan saat berhubungan seksual.

"Ada yang merasa karena tidak kontak langsung sehingga ada yang merasa terganggu kepuasannya, nggak skin to skin, mengurangi kehangatan," jelas Hasto.

Padahal, KB bukan hanya sebagai upaya penurunan angka kelahiran, namun juga berkaitan dengan tujuan pemenuhan hak-hak reproduksi, maupun promosi, pencegahan dan penanganan masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas, serta kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayi.

Dengan maraknya kasus HIV yang dibicarakan belakangan ini, Hasto mengatakan seharusnya partisipasi pria dalam menggunakan kondom lebih tinggi. Hal ini untuk memutus dan mencegah penularan HIV termasuk penyakit menular seksual lainnya.

"Harusnya partisipasi pria dalam memakai kondom itu lebih tinggi karena kasus itu," ungkapnya.

Dalam kesempatan berbeda, penggunaan kontrasepsi untuk merencanakan kehamilan juga disinggung oleh Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof dr Ova Emilia, MMed, Ed, SpOG(K). Ia menegaskan tingginya angka kematian ibu di Indonesia salah satunya dilatarbelakangi penggunaan kontrasepsi yang minim.

"Kematian akan ada terus karena KB-nya nggak jalan. Perempuan mungkin saja dipaksa hamil padahal dia ingin berhenti," ucap Prof Ova.

Mayoritas masyarakat Indonesia masih melihat laki-laki sebagai pengambil keputusan. Masih sangat sedikit kaum Adam yang mengambil tanggung jawab mengenai perencanaan keluarga.

Padahal penting untuk diingat bahwa pemilihan jenis kontrasepsi atau keikutsertaan dalam program KB menjadi tanggung jawab bersama antara suami dan istri karena penggunaan kontrasepsi merupakan kebutuhan bersama antara keduanya.



Simak Video "IBI: Pil KB Gunanya untuk melindungi Semua Perempuan"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT