Ramai Pandemi COVID Disebut Bentar Lagi Kelar, RI Kapan 'Bye-bye' Masker?

ADVERTISEMENT

Ramai Pandemi COVID Disebut Bentar Lagi Kelar, RI Kapan 'Bye-bye' Masker?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 27 Sep 2022 11:33 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan standar masker yang dapat digunakan oleh masyarakat selama pandemi virus Corona COVID-19.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengaku sepakat dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait pernyataan akhir pandemi COVID-19 sudah di depan mata. Walaupun ditegaskan, pandemi belum benar-benar berakhir sehingga masih diperlukan penanganan COVID-19, salah satunya dengan penggencaran vaksinasi COVID-19.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI, dr M Adib Khumaidi, SpOT menyebut, perihal 'kapan' pandemi COVID-19 bakal benar-benar berakhir, tergantung pada pemenuhan sejumlah indikator seperti testing, surveilans, dan pemberian vaksin COVID-19 booster untuk masyarakat umum.

"Kita masih melihat bahwa ada indikator-indikator yang tetap harus menjadi dasar utama bagi kita. Saya kira pemerintah pun juga selama ini mengedepankan indikator tadi, indikator tentang kasus yang aktif, indikator tenang hasil pemeriksaan positif, surveilans, termasuk yang paling penting booster vaksin yang harus tercapai sekian persen," ungkapnya saat ditemui detikcom di Gedung PB IDI Dr R Soeharto, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2022).

"Itu menjadi dasar sebenarnya buat kita sehingga bahasa yang tepat disampaikan bahwa kita tidak perlu ikut terburu-buru seperti di Amerika, tapi kita harus melihat dan menilai dari kondisi kita," imbuh dr Adib.

Kapan Warga RI Bisa Bebas Masker?

Lebih lanjut dr Adib menjelaskan, indikator-indikator itulah yang juga menjadi penentu 'kapan' warga RI bisa sepenuhnya beraktivitas tanpa harus menggunakan masker.

"(Kapan warga RI bisa beraktivitas tanpa masker) lihat indikator. Kalau indikatornya sudah tercapai, termasuk yang harus kita kejar kan booster, vaksin booster di semua kalangan masyarakat bukan untuk kalangan tertentu. Termasuk nanti target vaksinasi booster kedua," jelasnya.

"Ini termasuk indikator yang harus dijadikan dasar untuk kita menyatakan sebuah kebijakan. Baik itu kebijakan berkaitan dengan masker, berkaitan juga dengan pemeriksaan PCR, kemudian rapid antigen. Itu kan menjadi dasar indikator yang tadi," pungkas dr Adib.



Simak Video "Pernyataan Bos WHO soal Akhir Pandemi Sudah di Depan Mata"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT