Heboh Gula di Es Teh Kekinian, Dokter Kulit Wanti-wanti Risiko Jerawatan

ADVERTISEMENT

Heboh Gula di Es Teh Kekinian, Dokter Kulit Wanti-wanti Risiko Jerawatan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jumat, 30 Sep 2022 11:00 WIB
Plastic glasses of iced grapefruit green tea, oolong tea,  dark cocoa with layer of cream cheese foam ; Traditional Chinese Beverage. Selective focus.
Risiko jerawat imbas konsumsi minuman manis berlebihan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Theerawan Bangpran
Jakarta -

Belakangan ini, dunia maya dihebohkan pihak Es Teh Indonesia melayangkan somasi kepada seorang netizen yang mengkritik produk minumannya gegara dinilai kebanyakan gula. Seiring itu, netizen lainnya berbondong-bondong ikut waswas soal bahaya gula berlebihan pada jajanan minuman, salah satunya es teh kekinian.

Di samping efek diabetes dan obesitas imbas kudapan manis-manis, dokter kecantikan menyoroti efek konsumsi terlalu banyak ke organ-organ tubuh lainnya. Salah satunya, yakni terkait kesehatan kulit.

"Minuman manis memang sumber kalori dan sumber gula yang tinggi. Kalau diminum dengan jumlah yang terlalu banyak akan tidak baik bagi tubuh kita. Bisa menyebabkan obesitas, dan juga efeknya ke mana-mana. Nggak cuma gendut doang, tapi ke organ dalam tubuh juga," ujar dokter kecantikan founder The Aesthetics Skin, dr Ariana Suryadewi S, M. Biomed saat ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

"Efek di kulit jelas banget. Aku sering ngomel sama pasien karena setiap kali kita minum (manis), kita sudah pakai produk skincare lengkap A sampai Z (lalu merasa) 'dok, kok aku masih jerawatan?' atau jerawatnya terutama di dagu banyak, jerawatnya muncul terus, pasti ditanya minumnya apa. Oh ternyata minumnya boba, minumnya es kopi susu," sambungnya.

Terlebih seringkali, konsumen tak menyadari bahwa jajanan minuman yang dikonsumsinya sebenarnya amat tinggi gula. Misalnya es kopi susu. Meski minuman tersebut disebut 'kopi', sebenarnya kandungan kopi dalam satu porsi minuman kopi tersebut lebih sedikit dibandingkan gula dan susunya.

"Es kopi susu pernah lihat buatnya? Gulanya setengah, sisanya susu, sedikitnya kopi, sisanya es. Kopinya sedikit banget. Yang banyak gula sama esnya. Kebanyakan gula dan susunya," jelas dr Ariana.

"Sementara efek gulanya sendiri, peningkatan gula dalam darah itu membuat produksi minyak di kulit meningkat. Jadilah muncul jerawat lebih gampang. Jadi harus dikurangi 'intake' gulanya," pungkasnya.

dr Ariana menyarankan, jika sehari-hari sudah banyak mengkonsumsi gula termasuk dari nasi putih, sebaiknya kurangi konsumsi gula dari jajanan termasuk minuman manis. Yang penting, asupan gula bagi tubuh terkontrol sehingga efeknya tak meleber ke banyak organ tubuh.



Simak Video "Kemenkes RI Laporkan Peningkatan Prevalensi Penyakit Diabetes-Stroke"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT