Menkes Sebut 99 Pasien Gagal Ginjal Meninggal Terkontaminasi Etilen Glikol

ADVERTISEMENT

Menkes Sebut 99 Pasien Gagal Ginjal Meninggal Terkontaminasi Etilen Glikol

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 20 Okt 2022 16:28 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Foto: Nafilah Sri Sagita K/detikHealth
Jakarta -

Data terakhir per Selasa (18/10/2022), Indonesia telah mencatat 206 kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak. Sebanyak 99 dari total kasus tersebut meninggal dunia. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, 99 pasien meninggal tersebut terkontaminasi etilen glikol (EG).

"Sudah ada 99 balita yang meninggal. Terus 99 (pasien meninggal dunia) itu kita periksa, ada kandungan zat kimia berbahaya di dalamnya etilen glikol," ungkap Menkes kepada wartawan, Kamis (20/10/2022).

"Kita tarik ambil darahnya, kita lihat ada bahan kimia berbahaya merusak ginjal. Kemudian kita datangi rumahnya, kita minta obat obatan yg dia minum, itu mengandung juga bahan-bahan tersebut," ujarnya lebih lanjut.

Lebih lanjut Menkes menyebut, pihaknya kini berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk meminta penjelasan terkait produk obat mana yang harus ditarik dari peredaran. Mengingat kemarin, Kemenkes RI mengimbau penyetopan penggunaan segala jenis obat berbentuk cair atau sirup. Pasalnya, terdapat dugaan kasus gangguan ginjal akut misterius yang merebak kini dipicu oleh komponen pelarut dalam obat tersebut.

"Meninggalnya ini sudah sampai pilihan perbulan dan yg terdeteksi kita sekitar 35 sebulan, rumah sakit sekarang sudah mulai agak penuh, kita ambil tindakan preventif, kita tahan dulu sementara, supaya tidak bertambah lagi korbannya balita balita kita," tegas Menkes.

"Kalau obat urusan dokter, tapi kita tahan ke dokter dan apotek-apotek sampai BPOM memastikan obat mana yang sebenarnya berbahaya," pungkasnya.



Simak Video "Alasan BPOM Tak Bisa Cek Cemaran EG dan DEG di Obat Sirup"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT