Ketua IKA Unair Minta Dokter Tak Ikut Demo Tolak RUU Kesehatan

ADVERTISEMENT

Updated

Ketua IKA Unair Minta Dokter Tak Ikut Demo Tolak RUU Kesehatan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 27 Nov 2022 05:00 WIB
Ilustrasi dokter atau rumah sakit
Ilustrasi dokter (Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrei Vasilev)
Jakarta -

Ketua IKA Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dr Nizar Yamanie meminta agar para dokter agar tidak melakukan unjuk rasa penolakan RUU Omnibus Law Kesehatan. Ia meminta para sejawat menunggu sampai finalisasi RUU Kesehatan rampung sebelum menyampaikan usulan lainnya.

"Saya sebagai Ketua IKA FKUA (Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga), menghimbau kepada sejawat semua untuk sementara tidak turut serta sampai dengan telah disosialisasikan isi dari RUU Kesehatan tersebut yang berupa Daftar Isian Masalah (DIM) secara resmi disampaikan oleh DPR untuk dapat kita kaji bersama dengan juga memberikan usulan usulan yg baik dengan cara yg elegan dan terhormat," kata dr Nizar dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Sabtu (26/11/2022).

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama organisasi profesi lainnya sejauh ini menolak RUU Kesehatan yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2023. IDI menilai aturan yang disusun dengan tidak melibatkan organisasi profesi dikhawatirkan bermasalah karena Undang-Undang Profesi diwacanakan untuk ditiadakan.

Pihaknya juga berencana menggelar aksi damai dengan turun ke jalan pada 28 Oktober mendatang. Aksi damai menolak RUU Kesehatan ini diminta dilaksanakan di Gedung DPRD wilayah masing-masing.

"Sehubungan dengan adanya agenda penyusunan RUU Kesehatan Omnibus Law oleh Badan Legislasi DPR RI, 5 organisasi profesi kesehatan (IDI, PDGI, IBI, PPNI, IAI) beserta organisasi kesehatan lainnya akan mengadakan aksi damai," tulis informasi tersebut.

Tanggapan Wamenkes terkait RUU Kesehatan Omnibus Law

Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono sendiri menilai RUU Kesehatan Omnibus Law penting untuk direalisasikan. Perlu ada penyederhanaan regulasi dari sejumlah aturan tambahan demi meningkatkan sistem kesehatan di Indonesia.

Ia menyinggung masalah kesehatan di Indonesia diharapkan bisa diminimalisir dengan adanya RUU Kesehatan. Transformasi kesehatan juga diperlukan untuk mengatasi permasalahan layanan kesehatan di masyarakat.

"Dari bidang transformasi yang kami susun tersebut, beberapa masalah yang kami ajukan, yakni pentingnya melakukan RUU Kesehatan Omnibus Law ini," kata Dante dalam rapat kerja bersama Baleg DPR, Selasa (22/11).



Simak Video "Menkes Budi Beberkan Adanya 'Abuse of Power' Terkait Izin Praktik Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT