'Wabah' Fentanil Juga Serang Anak, Balita 21 Bulan Dilaporkan Tewas

ADVERTISEMENT

'Wabah' Fentanil Juga Serang Anak, Balita 21 Bulan Dilaporkan Tewas

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 02 Des 2022 08:04 WIB
A poor naked unwanted baby doll
Balita 21 bulan meninggal usai menelan fentanil. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/coolmilo)
Jakarta -

Seorang balita bernama Lilinna Leak meninggal dunia setelah menelan fentanil. Balita berusia 21 bulan ini ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah rumah di Florissant, Missouri, Amerika Serikat, pada 11 November 2022 lalu.

Setelah dilakukan skrining obat di rumah sakit, ditemukan kandungan fentanil dalam tubuh balita tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa fentanil kemungkinan besar menjadi penyebab kematiannya.

Dalam kasus ini, dua orang dewasa yakni Amanda Tufts (35) dan James Collins (25) didakwa karena membahayakan kesejahteraan anak. Juru bicara pihak kepolisian setempat tidak memiliki informasi terkait hubungan pasangan itu dan Lilinna.

Dikutip dari AP News, detektif menemukan banyaknya perlengkapan obat-obatan, residu bubuk, kapsul, dan senjata api di rumah tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua terdakwa itu mengakui bahwa mereka mengetahui balita 21 bulan itu menelan fentanil. Tetapi, mereka tidak mencari pertolongan medis untuk bayi tersebut.

Sementara satu balita lainnya yang tidak disebutkan identitasnya yang juga berada di rumah tersebut sudah dievaluasi. Polisi mengatakan kondisi balita tersebut dalam keadaan sehat.



Simak Video "Indonesia Catat 11 Ribu Kasus Baru Kanker pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT