Sederet Fakta Omicron BN.1 yang Sudah Masuk RI, Paling Banyak di DKI

ADVERTISEMENT

Sederet Fakta Omicron BN.1 yang Sudah Masuk RI, Paling Banyak di DKI

Hana Nushratu - detikHealth
Kamis, 08 Des 2022 22:00 WIB
Vaksinator dari Kesdam Jaya menyiapkan vaksin COVID-19 Zifivax saat diberlangsungnya vaksinasi di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (23/11/2022). Pemrpov DKI Jakarta menerima 49.120 dosis vaksin Zifivax dari Kementerian Kesehatan yang bisa digunakan untuk vaksinasi dosis ketiga atau booster bagi yang sebelumnya menggunakan vaksin Sinovac dan Sinopharm yang tersedia di 44 puskesmas kecamatan di Jakarta dan Taman Lapangan Banteng. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta -

Pandemi COVID-19 nampaknya belum selesai di Tanah Air. Usai diterpa sub-varian Omicron XBB dan BQ.1, kini varian baru BN.1 telah masuk ke Indonesia.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI belum melihat adanya tren kenaikan kasus akibat BN.1. Di negara lain, kasus BN.1 juga terlihat tidak mengalami kenaikan.

"Kita sudah melewati gelombang XBB dan XBB.1, tetapi kita perhatikan ada subvarian BN.1, namun kita melihat tren juga di banyak negara belum terjadi peningkatan. Nah nanti kita lihat polanya apakah akan seperti itu," beber Kepala Biro Komunikasi Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, Kamis (8/12/2022) di Jakarta Selatan.

Menurut keterangan yang diterima detikcom Kamis (8/12/2022) sudah ada 20 kasus yang masuk di Tanah Air. Omicron BN.1 diketahui pertama kali teridentifikasi di Kepulauan Riau, 16 September 2022.

Masuknya varian baru ke RI juga belum mempengaruhi aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hingga saat ini, PPKM masih berada di level 1.

"Nanti kita (Kemenkes) evaluasi (PPKM) tiap dua minggu kan. Sekarang kan turun, jadi level 1 kan," pungkas Nadia.

NEXT: Fakta-fakta BN.1

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT