Jokowi Singgung Sunting Bukan Cuma Bikin Badan Pendek, Bisa Begini Bahayanya

ADVERTISEMENT

Jokowi Singgung Sunting Bukan Cuma Bikin Badan Pendek, Bisa Begini Bahayanya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 26 Jan 2023 08:30 WIB
Jokowi bicara soal stunting
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Vidya Pinandhita/detikHealth)
Jakarta -

Presiden RI Joko Widodo mengungkapkan sejumlah dampak stunting yang berbahaya bagi anak. Tak hanya masalah tinggi badan atau kekerdilan, kondisi ini dapat memicu masalah lain pada anak-anak.

"Dampak stunting ini bukan hanya urusan tinggi badan. Tetapi, yang paling berbahaya adalah rendahnya kemampuan anak untuk belajar," jelas Jokowi dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana serta Percepatan Stunting, Rabu (25/1/2023).

"Kedua, keterbelakangan mental dan munculnya penyakit-penyakit kronis yang gampang masuk ke tubuh anak," sambungnya.

Menurut Jokowi, angka stunting menurun dalam delapan tahun terakhir. Data terbaru tahun ini, stunting di Indonesia berada di angka 21,6 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan angka stunting pada tahun 2019 yakni sebesar 27,7 persen.

Namun demikian, Indonesia masih harus mengejar penurunan angka stunting agar bisa mencapai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ditargetkan, angka stunting bisa turun lagi menjadi 14 persen di tahun 2024. Menurutnya, dengan kerjasama yang baik target tersebut tidak sulit untuk dicapai.

"Kita senang bahwa penanganan stunting selama delapan tahun ini menghasilkan penurunan yang sangat drastis dari 37 persen kemudian pada 2022 menjadi 22,6 persen. Target kita tahun depan 2024 harus turun menjadi 14 persen. Karena memang standar di WHO itu 20 (persen)," ungkap Jokowi lebih lanjut.



Simak Video "Stunting di Indonesia Kini Turun Menjadi 21,6%"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT