Gimana Mau Bebas Kanker? Gaji Dokter Ada yang Cuma Rp 3,5 Juta Nih

ADVERTISEMENT

Gimana Mau Bebas Kanker? Gaji Dokter Ada yang Cuma Rp 3,5 Juta Nih

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 02 Feb 2023 15:00 WIB
Ilustrasi dokter atau rumah sakit
Foto: Getty Images/iStockphoto/Andrei Vasilev
Jakarta -

Seiring Hari Kanker Sedunia 2023, kanker payudara khususnya pada wanita menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak disoroti. Terkait itu, dokter menyinggung kendala minimnya gaji untuk para dokter di balik upaya penanganan dan pencegahan kanker payudara.

Hal itu disampaikan oleh spesialis bedah kanker dari RS Kanker Dharmais dr Rian Fabian SpB.Subsp.Onk(K). Dalam kesempatan tersebut ia menyebut, terdapat lima hal yang perlu diperhatikan dalam upaya mencapai zero kasus kanker payudara stadium lanjutan. Dua fokus utama yakni kebijakan pemerintah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) atau nakes.

"Kebijakan pemerintah ini sangat penting, di mana pemerintah ini menentukan langkah-langkah strategis untuk menurunkan tingkat stadium dari kanker payudara," ungkap dr Rian dalam siaran langsung Peringatan Hari Kanker Sedunia Tahun 2023 di YouTube Kementerian Kesehatan RI, Kamis (2/2/2023).

"Kedua sumber daya manusia atau nakes yang baik, di mana sumber daya manusia (atau) nakes ini memerlukan pengetahuan yang baik. Memerlukan upgrade knowledge yang baik," sambungnya.

Lebih lanjut menurut dr Rian, ketersediaan peralatan yang baik seperti USG di Puskesmas juga diperlukan untuk membantu pencapaian zero kasus kanker payudara stadium lanjut. Hal itu perlu dibarengi upaya selanjutnya, yakni alur rujukan yang baik. Artinya, diperlukan hubungan yang langsung antara Puskesmas dengan rumah sakit tipe A yang memiliki dokter bedah onkologi.

Gaji Dokter Kecil

Hal terakhir yang disorotinya yakni minimnya insentif untuk tenaga kesehatan di sejumlah daerah. Ia menyinggung, terdapat laporan yang menyebut gaji dokter umum di sejumlah daerah hanya sebesar Rp 3,5 juta.

Padahal, insentif yang memadai bisa menjadi pendorong untuk para dokter umum turun tangan membantu pencapaian zero kasus kanker payudara stadium lanjut.

"Terakhir nggak kalah penting adalah insentif untuk tenaga kesehatan di daerah primer. Yang saya lihat ini memang ternyata, yang saya dengar, teman-teman sejawat dokter hanya mendapatkan mohon maaf gaji itu kurang lebih 3,5 juta. Itu kan seperti di bawah UMR. Di mana mereka sangat dibutuhkan, tetapi mereka tidak dihargai dengan layak dokter umum itu," jelasnya.

"Jadi memang insentif untuk tenaga kesehatan ini cukup penting, sehingga mereka bisa bersemangat untuk melakukan tindakan-tindakan promotif, preventif, untuk menangani kanker ini," pungkas dr Rian.



Simak Video "Hasil Biopsi Nunung: Kanker Payudara Stadium 2"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT