Curhat Menkes Ngaku Idap 'Fatty Liver' yang Berisiko Picu Kanker Hati

Curhat Menkes Ngaku Idap 'Fatty Liver' yang Berisiko Picu Kanker Hati

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 09 Nov 2023 14:03 WIB
Curhat Menkes Ngaku Idap Fatty Liver yang Berisiko Picu Kanker Hati
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Vidya Pinandhita)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menceritakan kondisi kesehatannya saat menyampaikan sambutan di Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59.

Pada sambutan tersebut, ia menyinggung soal adanya lemak pada organ hati. Menkes mengaku, lemak tersebut sudah ada sejak 10 tahun yang lalu dan sulit untuk dihilangkan.

"Saya juga ada tuh lemaknya dan itu ngilanginnya susah sekali. Saya sudah 10 tahun didiagnosis ada fatty liver, dia (dokter) bilang hati-hati pak Menkes, itu bisa jadi kanker hati," imbuhnya saat ditemui di JCC Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu obatnya susah dicari, tapi kemarin disebut di tanaman obat ada namanya antioksidan kurkumin, ada di temulawak," imbuhnya lagi.

Di sisi lain, ia juga membahas soal tanaman herbal temulawak yang disebutnya bisa menjadi upaya pencegahan kanker hati.

ADVERTISEMENT

Kanker hati menjadi penyumbang kematian terbanyak kedua di Indonesia, setelah kanker paru. Mengacu pada pernyataan ahli hati, Menkes menyebut kanker hati tidak lagi hanya dipicu infeksi virus, tetapi munculnya masalah metabolisme atau penumpukan lemak di hati, yaitu fatty liver.

Fatty liver atau perlemakan hati dapat terjadi karena kadar kolesterol yang tinggi dan overweight. Penyakit hati berlemak adalah suatu kondisi umum yang disebabkan oleh penyimpanan lemak ekstra di hati.

Kebanyakan orang tidak memiliki gejala, dan hal ini tidak menimbulkan masalah serius bagi mereka. Namun dalam beberapa kasus, hal ini dapat menyebabkan kerusakan hati.



(suc/naf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads