Gerak Dulu, Makan Seru: Aktivitas Harian untuk Menjaga Selera & Tumbuh Maksimal

Gerak Dulu, Makan Seru: Aktivitas Harian untuk Menjaga Selera & Tumbuh Maksimal

Elmy Tasya Khairally - detikHealth
Kamis, 06 Nov 2025 18:31 WIB
Gerak Dulu, Makan Seru: Aktivitas Harian untuk Menjaga Selera & Tumbuh Maksimal
Foto: Ilustrasi anak bermain(Getty Images/iStockPhoto)
Jakarta -

Aktivitas anak berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Melalui gerakan sehari-hari, anak bisa mendapatkan manfaat yang baik untuk fisik dan kognitif.

Menurut Prof Prof Dr dr Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K), pakar nutrisi dan penyakit metabolik anak, pertumbuhan anak ditentukan oleh 3 hal, pertama makan, kedua tidurnya, ketiga aktivitasnya. Jika aktivitasnya cukup, maka anak akan lapar, sementara tidurnya juga akan nyenyak.

"Jadi tiga itu harus bersamaan ya. jangan anaknya disuruh diem aja," kata Prof Damayanti kepada detikcom (17/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Senada dengan hal tersebut, menurut jurnal berjudul Associations between Physical Activity and Food Intake among Children and Adolescents: Results of KiGGS Wave 2 yang diterbitkan dalam National Library of Medicine, diet seimbang dan aktivitas fisik sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi dikaitkan pada kesehatan fisik, psikologis, dan kognitif yang lebih baik pada anak. Sementara, gaya hidup yang tidak banyak bergerak dikaitkan dengan faktor risiko kardiometabolik yang kurang menguntungkan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Early Childhood Education Journal mengungkap, anak-anak yang terlibat dalam aktivitas fisik minimal 60 menit per hari menunjukkan kemampuan bahasa, logika, serta kontrol emosi yang lebih baik. Hal ini membuktikan bahwa stimulasi fisik berdampak pada perkembangan otak di masa golden age, 0-5 tahun.

Sementara dalam kaitannya dengan asupan makanan, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak usia sekolah dan remaja dengan tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi mengonsumsi lebih banyak makanan dan minuman bermanfaat dibandingkan dengan mereka yang tingkat aktivitasnya lebih rendah.

Penelitian yang ditulis dalam jurnal berjudul Latihan Akuatik Meningkatkan Nafsu Makan Anak dalam Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) menyebut, olahraga air bisa meningkatkan nafsu makan anak. Latihan akuatik ini disebut bisa menambah keinginan anak untuk menikmati setiap makanan.

Prof Damayanti menambahkan, waktu tidur juga penting untuk anak. Jam 20.00 atau 8 malam, anak harus masuk kamar tidur.

"Kenapa? Karena untuk mempersiapkan dia tidurnya nyak jam 11 malam. Dia itu harus disiapkan 3 jam sebelumnya. Jadi nanti jam 11 malam dia masuklah tidur yang deep sleep. Sehingga dia bisa hormon pertumbuhannya kerja. Tapi untuk mendapatkan dia deep sleep. Dia perlu makanan yang kenyang," kata Prof Damayanti

Menurut jurnal berjudul Childhood sleep: physical, cognitive, and behavioral consequences and implications yang diterbitkan dalam National Library of Medicine, kurang tidur dan kualitas tidur yang terganggu terbukti mempengaruhi fungsi neurokognitif pada anak-anak dan remaja, termasuk perhatian, kecerdasan, dan prestasi akademik. Sering terbangun di malam hari dikaitkan dengan fungsi kognitif yang buruk pada balita.

Aktivitas Harian untuk Tumbuh Kembang Anak

American Heart Association menyarankan agar anak-anak berusia dua tahun atau lebih melakukan setidaknya 60 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang dan menyenangkan. Jika anak tidak bisa melakukan aktivitas selama satu jam penuh, maka aktivitas bisa dilakukan dua kali periode 30 menit, aau empat kali periode 15 menit dalam sehari.

Menurut Prof Damayanti, panduan mengenai aktivitas harian untuk tumbuh kembang anak dapat dilihat di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dari Kementerian Kesehatan. Buku ini bisa digunakan untuk memantau kesehatan ibu, bayi, dan anak hingga usia 6 tahun.

"Buku KIA itu kan ada pertumbuhan 1-3 tahun, dia harus bisa apa aja. Nah itulah yang dikerjakan. Jadi sambil meningkatkan kemampuan motoriknya, kemampuan bicaranya, kemampuan itu dia sudah ada koridornya gitu loh. Nanti kalau dia 1-3 tahun dia dia lulus, dia bisa diajarin yang 4-5 tahun ya misalnya," kata Prof Damayanti.

Berikut beberapa panduan mengenai aktivitas fisik untuk mendukung tumbuh kembang anak menurut buku KIA:

Usia 12-18 bulan

  • Berjalan mundur, naik tangga
  • Menangkap dan melempar bola
  • Menyusun balok atau puzzle, menggambar
  • Bermain air, meniup, dan menendang bola
  • Merapikan mainan membuka baju
  • Merangkai manik besar

Usia 18-24 bulan

  • Bercerita, bernyanyi
  • Ajak anak membantu pekerjaan
  • Melepas baju, merapikan mainan
  • Menyusun balok, memasang puzzle, menggambar, membentuk lili
  • Berjalan, berlari, melompat
  • Berdiri satu kaki, naik turun tangga
  • Melempar, menangkap, dan menendang bola.

Usia 2-4 Tahun

  • Bacakan cerita, tanya jawab
  • Cuci tangan, berpakaian, rapkan mainan
  • Makan dengan sendok garpu
  • Menyusun balok, memasang puzzle, menggambar, dan menempel.
  • Mengelompokkan benda sejenis
  • Mencocokkan gambar dan benda
  • Melempar dan menangkap
  • Berlari, melompat, dan merayap

Usia 4-5 tahun

  • Bermain peran, anak diminta bercerita pengalaman
  • Menggambar orang, mengenal huruf
  • Main bola, lompat tali
  • Mengajak anak sikat gigi bersama dan melatih sikat gigi sendiri
  • Melatih memakai pakaian sendiri

Usia 5-6 tahun

  • Mencuci tangan, merapikan mainan
  • Melempar, menangkap, berlari, melompat
  • Makan dengan sendok garpu, masak-masakan
  • Menggunting, menempel menjahit
  • Menyusun balok, memasang puzzle, menggambar, mewarnai, menulis nama
  • Memanjat merayap, bermain sepeda roda 3
  • Bermain berjualan, mengukur.

"Jadi dia (anak) kepandaiannya bertambah, terus dia sambil juga capek kan? Capek dia tidurnya gampang, makannya juga mau," kata Prof Damayanti.

---

Waktu emas pertumbuhan Si Kecil hanya terjadi sekali, & tak bisa terulang kembali. Jangan biarkan Gerakan Tutup Mulut (GTM) menghalangi tumbuh kembangnya. Setiap pilihan apapun, kapanpun - terasa seperti momen penentu yang akan membentuk masa depan Si Kecil.

Yuk Moms kita ubah Gerakan Tutup Mulut (GTM) menjadi Gerakan Tumbuh Maximal karena pilihan terbaik Bunda hari ini, menentukan masa depan Si Kecil esok hari.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Cegah Alergi Lewat Pengenalan Beragam Makanan Saat Mulai MPASI"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads