BPOM Perkuat Kolaborasi dengan China Kembangkan Obat Tradisional dan Bioteknologi

BPOM Perkuat Kolaborasi dengan China Kembangkan Obat Tradisional dan Bioteknologi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 12 Nov 2025 16:17 WIB
BPOM Perkuat Kolaborasi dengan China Kembangkan Obat Tradisional dan Bioteknologi
Pertemuan antara Kepala BPOM Taruna Ikrar dan International Cooperation Center of the National Development and Reform Commission (NDRC-ICC (dok. BPOM)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memperkuat kerja sama dengan China untuk pengembangan obat tradisional dan bioteknologi. Langkah ini ditandai lewat pertemuan antara Kepala BPOM Taruna Ikrar dan International Cooperation Center of the National Development and Reform Commission (NDRC-ICC) di Beijing, China, Senin (10/11/2025).

Taruna mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategi untuk memperkuat inovasi dan riset bersama antara Indonesia dan China.

"Indonesia dan China bukan hanya mitra, tetapi keluarga. BPOM siap mendorong kolaborasi riset dan inovasi di bidang obat tradisional serta bioteknologi," ujar Taruna dalam pernyataan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (12/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan tersebut, Taruna menjelaskan BPOM tengah mendorong model kolaborasi triple helix yang melibatkan sinergi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah atau academia-business-government (ABG).

Menurutnya, pendekatan ini penting untuk mempercepat pengembangan produk inovatif yang aman, berkualitas, dan berdaya saing global.

ADVERTISEMENT

"Dengan konsep ABG, kami berharap kolaborasi ini menjadi motor penggerak inovasi sekaligus berkontribusi pada perekonomian nasional," tambahnya.

Rencana kolaborasi tersebut ternyata disambut baik oleh Deputy Director NDRC-ICC Cui Lin. Menurutnya, pihaknya melihat potensi besar dari reputasi jamu Indonesia.

"Kami sepakat untuk mengembangkan kerja sama dengan BPOM, terutama di bidang obat tradisional. Kami melihat potensi besar dari reputasi jamu Indonesia," tuturnya.

Pertemuan ini dihadiri juga oleh Deputy General Manager China Sinopharm International Corporation Zhang Haoji, CEO PT Etana Biotechnology Indonesia Nathan Tirtana, hingga perwakilan Haikou National High-tech Industrial Development Zone.

Rangkaian pertemuan tersebut ditutup dengan kesepakatan pembentukan tim tindak lanjut guna menyiapkan rencana aksi konkret. Itu termasuk penjajakan penandatanganan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (MoU), pertukaran data ilmiah, dan pelaksanaan forum riset bersama di bidang obat tradisional, serta bioteknologi.




(sao/up)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads