Aktivitas Otak Kim Kardashian 'Menurun' usai Didiagnosis Aneurisma

Aktivitas Otak Kim Kardashian 'Menurun' usai Didiagnosis Aneurisma

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Senin, 01 Des 2025 08:16 WIB
Aktivitas Otak Kim Kardashian Menurun usai Didiagnosis Aneurisma
Foto: Instagram/@kimkardashian
Jakarta -

Bintang reality show Kim Kardashian mendapati dirinya memiliki 'low brain activity' atau aktivitas otak rendah melalui CT scan terbaru. Temuan ini muncul setelah dirinya didiagnosis memiliki aneurisma kecil di otaknya.

Dikutip dari USA Today, dr Daniel Amen menyoroti adanya 'lubang' di otak aktris berusia 45 tahun tersebut. Ini menunjukkan bahwa bagian depan otak Kim kurang aktif daripada yang seharusnya.

Aktivitas otak yang rendah bisa dipicu oleh stres kronis. Diketahui, Kim sebelumnya telah melakukan persiapan untuk mengikuti ujian pengacara California pada Juli 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan lobus frontal Anda, seperti yang berfungsi sekarang, akan lebih sulit untuk mengelola stres dan itu tidak baik untuk Anda, terutama saat Anda sedang belajar dan bersiap menghadapi ujian," kata dr Amen kepada Kardashian.

ADVERTISEMENT

Dengan hasil tersebut, Kim mengatakan dirinya tidak bisa menerimanya. Dia menegaskan akan melakukan apapun untuk bisa mengembalikan aktivitas otaknya menjadi normal.

Meskipun ada 'masalah' di otak Kim, dr Amen meyakinkan dirinya bahwa itu tidak berisiko kepada penyakit Alzheimer.

"Otakku bagus. Aku sudah pernah mendengarnya," kata Kim Kardashian.

Sebelumnya, Kim Kardashian membuat pengumuman mengejutkan setelah diagnosis aneurisma otaknya terungkap. Pengakuan ini ia sampaikan dalam episode perdana musim terbaru "The Kardashians" yang tayang Kamis lalu.

"Ada seperti, aneurisma kecil," ujar Kardashian dalam episode tersebut, diselingi dengan rekaman dirinya menjalani pemindaian MRI.

Aneurisma otak adalah tonjolan berbentuk balon yang terbentuk di pembuluh darah otak. Sekilas, tonjolan ini tampak seperti buah beri tergantung di batang otak.

"Aneurisma lebih umum daripada yang Anda kira dan orang-orang dapat menghabiskan seluruh hidup mereka dengan aneurisma tanpa komplikasi apa pun, kata Dr Nina Moore, ahli bedah saraf di Cleveland Clinic kepada NBC News.

Kebanyakan aneurisma otak tidak bergejala, kecuali jika menekan saraf atau mengalami perubahan bentuk, sehingga tidak diperiksa secara rutin. Oleh karena itu, sering kali orang yang mengidapnya baru ke dokter jika sudah mengalami komplikasi.

Halaman 2 dari 2
(dpy/kna)

Berita Terkait