Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota-kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Senin. Pada beberapa kota, juga diprakirakan akan mengalami hujan deras disertai petir.
Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, berikut kota-kota yang berpotensi diguyur hujan intensitas ringan, di antaranya:
- Bali
- Lombok
- Kupang
Intensitas Ringan hingga Sedang
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Medan
- Tanjung Pinang
- Jambi
- Bengkulu
- Palembang
- Pangkal Pinang
- Bandar Lampung
- Serang
- Jakarta
- Semarang
- Yogyakarta
- Surabaya
- Samarinda
- Tanjung Selor
- Palangkaraya
- Makassar
- Mamuju
- Palu
- Gorontalo
- Kendari
- Ternate
- Ambon
- Sorong
- Nabire
- Jayapura
- Jayawijaya
- Merauke
Hujan Deras yang Dapat Disertai Petir
- Pontianak
- Banjarmasin
- Manado
- Manokwari
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan saat ini tengah memasuki periode peningkatan curah hujan yang menandai peralihan menuju puncak musim hujan.
Faisal menjelaskan fenomena La Nina lemah saat ini tengah berlangsung dan diprediksi bertahan hingga Maret 2026. Namun, dampaknya terhadap peningkatan curah hujan dinilai tidak terlalu signifikan saat puncak musim hujan nanti.
"La Nina lemah akan bertahan hingga awal tahun 2026, namun pada puncak musim hujan dampaknya terhadap penambahan curah hujan tidak terlalu signifikan. Meski begitu, curah hujan tinggi pada periode tersebut tetap perlu diwaspadai," ujar Faisal, dikutip dari Antara, Senin (1/12/2025).
Imbauan Kemenkes
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI Aji Muhawarman mengimbau masyarakat harus tetap menjaga diri dari penyakit yang bisa muncul di musim hujan seperti sekarang.
"Penyakit sensitif cuaca/iklim yang harus diwaspadai: DBD, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pneumonia, diare," kata Aji saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.
Kemenkes juga mendorong untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, rutin aktivitas fisik, serta jaga kebersihan diri dan lingkungan.
"Gunakan masker bagi masyarakat yang sedang sakit atau jika di keramaian dan terapkan etika batuk atau bersin," tambah Aji.
"Tambahan khusus DBD: terapkan 3M+ (menguras, menutup, mendaur ulang dan lainnya: penggunaan lotion, kelambu, fogging, dsb)," tutupnya.











































