Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merilis daftar penyakit yang paling banyak dialami para pengungsi serta warga terdampak banjir besar dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Data dihimpun dari laporan beberapa Dinas Kesehatan (Dinkes) daerah per 1 Desember 2025, namun Kemenkes mengingatkan bahwa angka-angka tersebut bisa berubah mengingat akses ke sejumlah wilayah masih sulit ditembus.
Aji Mulawarman dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes menjelaskan bahwa pengendalian penyakit di pengungsian adalah prioritas utama. Selain itu, kelompok rentan harus mendapat perhatian lebih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokus utama di pengungsian untuk antisipasi penyakit pasca bencana. Juga penanganan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, penyandang disabilitas, dan pasien cuci darah," kata dia kepada detikcom, Selasa (2/12/2025).
Berikut data penyakit yang paling banyak ditemukan:
Provinsi Aceh
- Luka-luka: 35 orang
- ISPA: 15 orang
- Diare: 6 orang
Provinsi Sumatera Utara
- Demam: 277 orang
- Myalgia: 151 orang
- Gatal: 150 orang
- Dispepsia: 94 orang
- ISPA: 96 orang
- Hipertensi: 75 orang
- Luka-luka: 45 orang
- Sakit kepala: 23 orang
- Diare: 23 orang
- Asma: 3 orang
Sumatera Barat
- Demam: 376 orang
- Myalgia: 201 orang
- Gatal: 120 orang
- Dispepsia: 118 orang
- ISPA: 116 orang
- Hipertensi: 77 orang
- Luka-luka: 62 orang
- Sakit Kepala: 46 orang
- Diare: 40 orang
- Asma: 40 orang
Simak Video "Video: 4 Potensi Wabah Penyakit Pasca-Bencana Banjir dan Tanah Longsor"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)











































