Ternyata Kurang Terpapar Sinar Matahari Bisa Gandakan Risiko Kematian

Ternyata Kurang Terpapar Sinar Matahari Bisa Gandakan Risiko Kematian

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 03 Des 2025 07:31 WIB
Ternyata Kurang Terpapar Sinar Matahari Bisa Gandakan Risiko Kematian
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Phira Phonruewiangphing)
Jakarta -

Paparan sinar matahari tak hanya berpengaruh terhadap suasana hati, tetapi juga tingkat kesehatan dan harapan hidup seseorang.

Dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Christy Efiyanti, SpPD, FINASIM, menjelaskan, seseorang yang terbiasa terpapar sinar matahari aktif umumnya memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular, serta kematian non-kanker maupun non-kardiovaskular.

Menurut dr Christy, berbagai penelitian menyebutkan paparan sinar matahari yang tidak memadai dapat meningkatkan risiko kematian secara signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penelitian dalam dekade terakhir menunjukkan bahwa kurangnya paparan sinar matahari mungkin bertanggung jawab terhadap 340.000 kematian di Amerika Serikat dan 480.000 kematian di Eropa setiap tahunnya," ujarnya, dikutip dari laman resmi IPB, Selasa (2/11/2025).

ADVERTISEMENT

Kondisi ini, lanjutnya, juga berhubungan dengan meningkatnya kejadian kanker payudara, kanker kolorektal, hipertensi, penyakit jantung, sindrom metabolik, multiple sclerosis, Alzheimer, hingga autisme.

Adapun sinar matahari berperan utama dalam membantu tubuh memproduksi vitamin D, yang dibutuhkan untuk menjaga kekebalan, kesehatan tulang, serta fungsi metabolisme.

"Paparan sinar matahari yang cukup mampu memperbaiki status vitamin D seseorang. Sebaliknya, defisiensi vitamin D sering kali terjadi pada individu yang jarang beraktivitas di luar ruangan," jelasnya.




(suc/kna)

Berita Terkait