Menyoal Penyumbatan Pembuluh Darah di Batang Otak, Dialami Epy Kusnandar

Round Up

Menyoal Penyumbatan Pembuluh Darah di Batang Otak, Dialami Epy Kusnandar

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 05 Des 2025 06:00 WIB
Menyoal Penyumbatan Pembuluh Darah di Batang Otak, Dialami Epy Kusnandar
Aktor senior Epy Kusnandar (Foto: Gus Mun/ detikHOT)
Jakarta -

Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu (3/12/2025) di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON). Ia wafat akibat penyumbatan pembuluh darah pada batang otak di usia 61 tahun.

Kabar terkait kondisi tersebut diungkapkan oleh pihak keluarga yang diwakili oleh anaknya, Damar Rizal Marzuki, serta adiknya, Deniar Hendarsah.

"Penyumbatan pembuluh darah di batang otak. Batang otak itu katanya ukurannya cuma segini. Yang tersumbatnya hanya satu tapi itu pusat kontrol kehidupan. Gerak, napas," terang Deniar Hendarsah dikutip dari detikHot.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Penyumbatan Pembuluh Darah di Batang Otak?

Di luar kasus Epy Kusnandar, Direktur Medik dan Keperawatan RS PON, dr Reza Aditya Arpandy, SpS, mengatakan otak bertanggung jawab atas banyak fungsi di dalam tubuh. Salah satu bagian sentral di dalam otak adalah batang otak atau brainstem.

ADVERTISEMENT

Adapun batang otak ini, lanjut dr Reza, adalah bagian otak yang sangat kecil namun berfungsi sebagai pusat pengatur kehidupan dasar, seperti napas, kesadaran, detak jantung, dan gerakan tubuh.

"Bila terjadi gangguan aliran darah di batang otak, baik karena sumbatan atau pecah pembuluh darah, maka suplai oksigen berhenti mendadak. Kondisi ini disebut stroke batang otak, dan merupakan salah satu bentuk stroke yang paling berbahaya karena area yang terdampak adalah pusat yang vital," ucapnya saat dihubungi detikcom, Kamis (4/12/2025).

"Itulah mengapa kondisi dapat memburuk secara sangat cepat dan dapat menyebabkan koma hingga henti napas," ucapnya lagi.

Faktor Penyumbatan Pembuluh Darah di Batang Otak

dr Reza menjelaskan terdapat sejumlah faktor risiko tersering penyumbatan pembuluh darah otak. Di antaranya:

  • tekanan darah tinggi
  • ⁠kolesterol tinggi hingga menyebabkan munculnya plak serta mengerasnya dinding pembuluh
    darah
  • ⁠diabetes
  • merokok
  • gangguan irama jantung (misalnya fibrilasi atrium)

Tak hanya itu, dr Reza menjelaskan seseorang yang pernah mengalami stroke sebelumnya, meskipun ringan dan sudah pulih sepenuhnya, umumnya memiliki pembuluh darah otak yang lebih rentan.

"Kondisi ini memang meningkatkan risiko terjadinya stroke berulang, termasuk yang lebih berat," tuturnya.

"Namun, apakah stroke sebelumnya berhubungan langsung dengan kejadian saat ini tidak dapat dipastikan," lanjutnya lagi.

Gejala Stroke Batang Otak

Stroke batang otak memiliki gejala yang sama dengan stroke secara umum. Adapun gejalanya berupa 'SeGeRa Ke RS'. Berikut penjelasannya.

  • Senyum tidak simetris (mencong ke satu sisi), tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-tiba.
  • Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba.
  • BicaRa pelo/tiba-tiba tidak dapat bicara/tidak mengerti kata-kata/bicara tidak nyambung.
  • Kebas atau baal, atau kesemutan separuh tubuh.
  • Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi tiba-tiba.
  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi (tremor/gemetar, sempoyongan).

Halaman 2 dari 3
(suc/naf)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads