Soal Larangan Bantuan Susu Formula saat Bencana, Ini Sikap IDAI

Soal Larangan Bantuan Susu Formula saat Bencana, Ini Sikap IDAI

Radifan Fadli Rahman - detikHealth
Selasa, 23 Des 2025 05:01 WIB
Soal Larangan Bantuan Susu Formula saat Bencana, Ini Sikap IDAI
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp.Kardio(K) (Foto: Radifan Fadli Rahman/detikHealth)
Jakarta -

Pro dan kontra mencuat terkait larangan memberikan bantuan untuk korban bencana dalam bentuk susu formula. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meluruskan latar belakang adanya larangan tersebut.

"Sebetulnya pelarangan ini tidak bersifat mutlak. Intinya adalah bagaimana di daerah bencana kita harus tetap mengutamakan pemberian ASI dan juga MPASI," kata Ketua PP IDAI, dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), dalam temu media, Senin (22/12/2025).

Menurut dr Piprim, tidak semua anak di wilayah bencana beruntung bisa mendapatkan ASI dan MPASI. Pada kondisi tertentu, misalnya orang tua tidak bertahan hidup, anak kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Ada opsi donor asi, tapi donor ASI mungkin tidak semua bisa memperoleh itu," jelas dr Piprim.

"Pada opsi-opsi inilah tenaga medis bisa merekomendasikan susu formula," lanjutnya.

Masalah yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menjamin higiene dalam menyiapkan susu formula di tengah situasi bencana. Bagaimana mencuci botol, mensterilkan, hingga menyiapkan air bersih, merupakan tantangan tersendiri yang jika tidak diantisipasi dapat memunculkan masalah baru.

"Risiko diare bisa jadi meningkat. Karena kan susah mencari botol yang bersih, mensterilkan botol, dan sebagainya," tandas dr Piprim.




(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads