Viral curhatan orangtua siswa yang sempat mengaku mendapatkan intimidasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) pasca mengunggah menu 'rapelan' makan bergizi gratis di periode libur Natal dan Tahun Baru. Anaknya juga disebut-sebut dikeluarkan dari sekolah buntut postingan viral tersebut.
Orangtua siswa yang bernama Nurul Oriana itu akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi. Ia menekankan informasi yang semula ia terima merupakan miskomunikasi dengan pihak sekolah.
Pernyataan ini disampaikan pasca seluruh pihak termasuk pihak sekolah, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan orang tua murid, bertemu.
"Mengakui ada kesalahpahaman kedua belah pihak yang mana saya sendiri mengira snack yang diberi untuk 5 hari ternyata untuk 3 hari," kata Nurul kepada wartawan, Senin (29/10/2025).
Pihak sekolah PAUD kemudian menekankan tidak pernah mengeluarkan anaknya, Aira, dari sekolah. Miskomunikasi disebut terjadi melalui percakapan internal di grup WhatsApp. Dipastikan tidak ada keputusan administratif dikeluarkannya Aira dari sekolah tersebut sebagai peserta didik.
(naf/naf)