Aktivitas fisik sesederhana jalan kaki rupanya menyimpan manfaat yang besar untuk tubuh. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine, orang dewasa yang jalan dalam durasi lebih lama (lebih dari 10 menit), memiliki risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini yang jauh lebih rendah, dibanding mereka yang jalan kaki dalam waktu singkat.
Menurut ahli, ini menunjukkan jalan kaki tidak sampai 10 ribu langkah sehari sebenarnya sudah memberikan efek yang luar biasa untuk tubuh. Terpenting adalah menjadikan jalan kaki sebagai kebiasaan.
"Kebanyakan penelitian berfokus pada total jumlah langkah harian, termasuk penelitian kami sebelumnya, tetapi studi ini menunjukkan bahwa cara kita mengumpulkan langkah-langkah tersebut juga penting, terutama bagi orang yang kurang aktif," ungkap penulis utama studi, Dr Borja del Pozo Cruz, dikutip dari CNN, Selasa (30/12/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir 31 persen populasi dewasa dunia tergolong kurang aktif secara fisik. Ini tidak memenuhi rekomendasi global untuk berolahraga setidaknya 150 menit per minggu.
Padahal gaya hidup sedentari atau mager dikaitkan dengan peningkatan risiko insomnia, kematian, dan penyakit kardiovaskular.
"Semua orang bisa mendapatkan manfaat dari berjalan kaki, praktis tidak ada kelompok yang dirugikan oleh aktivitas ini. Namun, temuan ini paling relevan bagi orang-orang yang cenderung sedentari atau berjalan kurang dari sekitar 8 ribu langkah per hari," sambung Dr Borja.
Mekanisme Efek Jalan Kaki ke Jantung
Jalan kaki adalah kebiasaan yang sangat mudah dijalani, tapi jika harus dilakukan dalam waktu panjang, ini menjadi tantangan tersendiri. Olahraga secara teratur dapat melatih otot untuk menarik oksigen dari darah yang akhirnya dapat menurunkan denyut jantung, peradangan, dan tingkat stres.
Jalan kaki juga meningkatkan volume stimulasi jantung. Ini mungkin diperlukan untuk benar-benar mengaktifkan dan melibatkan otot-otot tubuh.
"Jalan kaki yang lebih lama kemungkinan membantu dengan meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, serta mendukung kontrol gula darah, semuanya penting bagi kesehatan jantung," tanda Dr Borja.










































