Wakil Ketua Komisi IX DPR Minta Kemenkes Gerak Cepat Atasi 'Super Flu'

Wakil Ketua Komisi IX DPR Minta Kemenkes Gerak Cepat Atasi 'Super Flu'

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 01 Jan 2026 17:02 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Minta Kemenkes Gerak Cepat Atasi Super Flu
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) gerak cepat mencegah potensi lonjakan kasus influenza pasca ditemukannya varian Influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan dikenal dengan sebutan 'super flu'.

Ia juga menyoroti laporan global soal dominasi subclade K yang dinilai memiliki tingkat penularan tinggi. Dikhawatirkan berdampak pada beban layanan kesehatan.

"Jika vaksin yang saat ini digunakan tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap subclade K, kami meminta Kemenkes segera melakukan uji ulang, membuka hasilnya secara transparan kepada publik, serta menyusun langkah antisipasi berupa vaksin alternatif yang lebih efektif," kata Nihayatul, yang akrab disapa Ninik, di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ninik menekankan setidaknya tiga langkah yang perlu segera dilakukan. Selain evaluasi dan uji ulang efektivitas vaksin influenza yang beredar terhadap varian subclade K, Kemenkes RI disebut perlu merilis data soal surveilans virus influenza di Indonesia.

ADVERTISEMENT

Keterbukaan data disebutnya menjadi kunci agar publik dan pemangku kepentingan memahami tingkat risiko serta kesiapan negara dalam menghadapi potensi lonjakan kasus.

"Ketiga, perlu percepatan pengembangan atau pengadaan vaksin alternatif yang lebih efektif, apabila terbukti vaksin yang ada memiliki tingkat perlindungan yang rendah terhadap varian dominan," kata Ninik.

Subclade K Dominasi Kasus Global

Subclade K merupakan varian baru dari virus Influenza A (H3N2) yang dalam beberapa bulan terakhir mendominasi gelombang kasus flu di sejumlah negara, seperti Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang. Meski otoritas kesehatan dunia menyebut varian ini tidak secara inheren lebih mematikan, tingkat penularannya yang tinggi menyebabkan lonjakan jumlah kasus dan meningkatkan tekanan pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Data terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan 'super flu' jelas berperan besar pada musim flu tahun ini di AS. Tercatat lebih dari 81 ribu kasus rawat inap dengan 3.100 orang meninggal. Mayoritas kasus dengan infeksi influenza A (H3N2) subclade K.

Diberitakan sebelumnya, anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA(K), mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan kasus influenza penyebab infeksi saluran pernapasan akut, termasuk varian H3N2 yang populer disebut "super flu".

Menurut Nastiti, istilah 'super flu' merujuk pada kecepatan penularan virus tersebut, terutama di wilayah atau negara dengan suhu dingin. Penularan dapat terjadi melalui droplet dari batuk atau bersin, maupun kontak langsung dengan cairan pernapasan orang yang terinfeksi.

"Gejalanya bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, sehingga kewaspadaan dan upaya pencegahan tetap menjadi kunci," ujarnya.

Halaman 2 dari 2
(naf/naf)
Update Superflu di Indonesia
30 Konten
Belakangan ini, istilah "Super Flu" mendadak ramai di dunia medis. Hal ini dipicu oleh kemunculan varian terbaru dari influenza A (H3N2) atau disebut Subclade K. Varian ini sudah merebak di sejumlah negara.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads