Sudah Ada 62 Kasus di RI, Begini Cara Penularan 'Super Flu' Subclade K

Sudah Ada 62 Kasus di RI, Begini Cara Penularan 'Super Flu' Subclade K

Elmy Tasya Khairally - detikHealth
Jumat, 02 Jan 2026 16:30 WIB
Sudah Ada 62 Kasus di RI, Begini Cara Penularan Super Flu Subclade K
Foto: Ilustrasi pemakaian masker (Getty Images/simon2579)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan 62 kasus 'Super Flu' subclade K pada 25 Desember 2025. Perempuan dan anak-anak paling banyak tertular varian terbaru virus influenza tersebut.

Kasus flu subclade K atau 'superflu' yang merupakan bagian dari influenza A (H3N2) tengah melonjak di Amerika Serikat. Superflu menimbulkan kegaduhan karena disinyalir lebih mudah menular dibandingkan influenza A.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K) mengatakan bahwa varian ini memang memiliki evolusi tinggi, mudah bermutasi, dan berpotensi menimbulkan epidemi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia berpotensi untuk menimbulkan kasus influenza massal yang bisa menyebabkan pasien itu banyak terkena sakit dan harus dirawat rumah sakit dan bisa menyebabkan suatu gelombang kenaikan kebutuhan alat kesehatan maupun obat-obatan di negara-negara yang dengan winter yang berat atau yang lama," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA, SubspRespi(K).

Adapun gejalanya sama dengan influenza A pada umumnya. Mulai dari demam tinggi, menggigil, sakit kepala, hingga sakit tenggorokan. Jika didalami lebih lanjut, varian flu A H3N2 ini tidak bisa dideteksi secara klinis.

"Artinya dokter kalau melihat saja bahkan tidak bisa membedakan ini influenza atau bukan influenza, hanya mungkin bisa menduga ini secara klinis kelihatannya mirip influenza," kata dr Nastiti.

Pada hakikatnya, influenza memang termasuk infeksi yang sangat mudah menular. Dari percikan ludah, batuk dan bersin, kemudian menyebar ke permukaan benda, meja, kemudian disentuh oleh orang lain.

"Virus yang ada di meja atau di benda-benda yang lainnya itu juga bisa terhirup atau terbawa oleh tangan, oleh sapu tangan, oleh tisu dan yang lainnya, sehingga akan menjadi rantai penyebaran virus," ungkapnya.

Kendati demikian, hingga kini tidak terbukti bahwa keparahan dari superflu lebih tinggi dibandingkan varian lainnya. Dikatakan bahwa imunisasi provesa masih bisa menurunkan penularan atau keparahannya.

"Jadi belum ada bukti bahwa si subclade ini kebal atau tidak mempan, atau tetap menginfeksi pada orang-orang yang sudah diimunisasi," ungkapnya.

@detikhealth_official Super flu' sudah terdeteksi di Indonesia: 62 kasus, tersebar di beberapa provinsi dan banyak ditemukan pada perempuan serta anak usia 1–10 tahun. Situasi masih dipantau ketat, tapi kewaspadaan tetap penting: jaga kebersihan, pakai masker saat sakit, dan periksa jika muncul gejala. #superflu #influenza #kemenkes #kesehatan #edukasi ♬ original sound - detikHealth

Halaman 2 dari 2
(elk/up)
Update Superflu di Indonesia
30 Konten
Belakangan ini, istilah "Super Flu" mendadak ramai di dunia medis. Hal ini dipicu oleh kemunculan varian terbaru dari influenza A (H3N2) atau disebut Subclade K. Varian ini sudah merebak di sejumlah negara.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads