Demensia adalah hilangnya fungsi kognitif, seperti berpikir, mengingat dan bernalar, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa pengidapnya tidak bisa mengendalikan emosi dan bisa mengalami perubahan kepribadian.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Aging Neuroscience menyebut, retina menyimpan petunjuk untuk diagnosis demensia di masa depan. Dikutip dari laman Times of India, retina merupakan jaringan yang melapisi bagian belakang mata.
Bagian mata ini menangkap gambar, memprosesnya menjadi sinyal untuk dibaca otak, serta mengubahnya menjadi penglihatan. Retina merupakan area yang sangat sensitif terhadap cahaya. Cedera apapun yang terjadi pada retina bisa sangat merusak penglihatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah penelitian, para peserta menjalani pemeriksaan retina menggunakan optical coherence tomography (OCT). Hasilnya menunjukkan, setiap penurunan satu unit ketebalan retina, risiko demensia meningkat sebesar tiga persen.
Peserta yang mempunyai retina lebih tipis yang menutupi bagian tengahnya 41 persen lebih mungkin mengalami Frontotemporal Dementia (FTD), dibandingkan peserta yang memiliki lapisan yang lebih tebal. Para peneliti percaya bahwa gangguan ini berkaitan dengan Alzheimer, sebab saraf optik merupakan bagian dari sistem saraf pusat. Jadi, seiring berjalannya waktu, mata mulai melemah dan retina menjadi lebih tipis. Hal tersebut juga bisa menunjukkan penurunan fungsi otak.
Pada tindak lanjut pasien sembilan tahun kemudian, 148 peserta didiagnosis mengidap Alzheimer dan delapan peserta mengidap FTD. Dengan begitu, temuan tersebut terbukti benar.
Apa Saja Gejala Demensia?
Dikutip dari laman National Institute of Aging, tanda dan gejala demensia muncul saat neuron atau sel saraf di otak yang sebelumnya sehat berhenti berfungsi, kehilangan koneksi dengan sel otak lainnya, dan mati. Meski setiap orang kehilangan neuron seiring bertambahnya usia, pengidap demensia mengalami kehilangan yang jauh lebih besar.
Tanda dan gejala demensia bisa bervariasi tergantung jenisnya. Beberapa mungkin meliputi:
- Kehilangan ingatan, kebingungan
- Kesulitan berbicara, memahami dan mengungkapkan pikiran serta membaca atau menulis
- Sering tersesat atau berkeliaran di lingkungan yang familiar
- Mengulang pertanyaan yang sama berkali-kali
- Menggunakan kata-kata tidak lazim untuk menyebut benda yang familiar
- Membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan aktivitas harian biasa
- Kehilangan minat terhadap kegiatan sehari-hari
- Mengalami halusinasi, delusi, atau rasa curiga berlebihan
- Menjadi kurang peduli dengan perasaan orang lain
- Kehilangan keseimbangan dan mengalami gangguan dalam bergerak.











































