Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 telah usai. Pekan ini, pekerja mulai kembali beraktivitas di area perkantoran dan menggunakan transportasi umum.
Namun, momen back to office ini dibayangi oleh temuan 62 kasus influenza Subclade K atau 'super flu' di Indonesia. Melihat situasi ini, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan RI, Aji Mulawarman menekankan bahwa kunci menghadapi varian H3N2 Subclade K adalah kombinasi antara perilaku hidup bersih dan proteksi medis.
Bagi pekerja yang setiap hari terpapar keramaian, memperkuat imun adalah kewajiban. Jika sakit, ada baiknya agar tetap di rumah agar mengurangi risiko penularan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap di rumah bila sakit, banyak istirahat, konsumsi obat antivirus untuk redakan gejala, terapkan etika batuk dan gunakan masker," kata Aji kepada detikcom, Senin (5/1/2026).
Kelompok berisiko dianjurkan vaksinasi
Selain itu, Kemenkes sangat menganjurkan mereka yang memiliki risiko tinggi, untuk segera melengkapi proteksi dengan vaksin. Vaksin influenza disebut tetap efektif untuk mencegah sakit berat, rawat inap dan kematian
"Dianjurkan melakukan vaksinasi influenza tahunan terutama untuk kelompok rentan: lansia, ibu hamil, komorbid," tutur dia.
Simak Video "Video Kemenkes Klaim Tren 'Super Flu' Subclade K di RI Menurun"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)











































