Baru-baru ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap keberadaan laboratorium narkoba jenis happy water dan liquid vape berisi etomidate di sebuah apartemen di kawasan Ancol, Jakarta Utara. Happy water dikemas menjadi minuman berenergi dengan berbagai berbagai merk terkenal.
Minuman berenergi berisi happy water dijual berkisar Rp 2-6 juta per saset, sementara liquid vape berisi etomidate dijual Rp 2-5 juta per cartridge.
Peneliti dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) dr Hari Nugroho menjelaskan efek ketergantungan dari kedua jenis narkoba ini bisa sangat fatal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan happy water merupakan jenis narkoba cocktail atau oplosan yang biasanya terdiri dari berbagai zat, seperti methamphetamine, MDMA, diazepam, tramadol, ketamine, dan caffeine. Narkoba jenis ini dijual dalam bentuk serbuk yang bisa dilarutkan dalam air untuk menjadi minuman.
Sementara itu, etomidate sebenarnya merupakan salah satu jenis obat anestesi yang digunakan dalam dunia kedokteran. Namun, kini banyak disalahgunakan sebagai liquid untuk rokok elektrik.
"Misal pada happy water karena oplosan dari banyak narkoba, maka meningkatkan risiko overdosis, kemudian mengalami gangguan jantung seperti aritmia, hipertensi atau serangan jantung," kata dr Hari mengingatkan efek kecanduan happy water, ketika dihubungi detikcom, Selasa (6/1/2026).
"Secara neuropsikiatris juga bisa menyebabkan kejang, gangguan cemas, halusinasi bahkan episode psikotik," tambahnya.
Penyalahgunaan etomidate pada rokok elektrik juga dapat memicu efek yang berbahaya. Terlebih, penggunakan secara evaporasi membuat dosisnya menjadi lebih sulit terkontrol.
Picu Kerusakan Saraf Permanen
Dosis yang digunakan seringkali menjadi lebih banyak karena penghisapan rokok elektrik yang berulang kali.
"Dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan di kelenjar adrenal yang bisa menyebabkan krisis adrenal dan berpotensi fatal, lalu juga mengalami gangguan secara neurologis seperti mioklonus atau kejang otot involunter yang terus menerus," kata dr Hari.
"Lalu menyebabkan ataksia di mana tubuh kehilangan fungsi kontrol koordinasi, bahkan beberapa literatur juga menyatakan jika penyalahgunaan etomidate bisa menyebabkan kerusakan saraf permanen," tandasnya berbicara soal efek penyalahgunaan etomidate.











































