Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan cakupan program cek kesehatan gratis (CKG) di tahun 2026 sebesar 46 persen total penduduk. Target ini didapatkan menyusul hasil evaluasi program CKG tahun 2025 yang diikuti oleh 70,8 juta orang atau 24,9 persen total jumlah penduduk.
"Proporsi jumlah penerima pemeriksaan kesehatan gratis pada semua kelompok usia sebesar 46 persen dari total penduduk," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman dalam edaran yang diterima detikcom, Selasa (7/1/2025).
Capaian CKG pada tahun 2025 sebenarnya lebih rendah daripada target yang ditetapkan oleh Kemenkes. Pada pertengahan tahun 2025, Kemenkes menargetkan cakupan CKG sampai 100 juta orang di tahun tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Aji menuturkan cakupan CKG pada tahun 2025 termasuk capaian terbesar dalam sistem kesehatan Indonesia, mengingat ini program cek kesehatan pertama dari pemerintah yang diberikan secara gratis dan bisa diikuti semua masyarakat.
Ia menegaskan pihaknya terus melakukan evaluasi terkait program CKG agar cakupannya nanti bisa sesuai dengan target. Aji mengungkap beberapa tantangan yang ditemukan dalam pemenuhan cakupan CKG antara lain seperti masih kurangnya pengetahuan masyarakat terkait program hingga komitmen pemerintah daerah yang bervariasi, sehingga ada daerah yang cakupannya kurang dari 80 persen.
"Penyelenggaraan CKG masih berfokus pada pelayanan di puskesmas dan belum secara masif menjangkau masyarakat yang tidak berkunjung ke puskesmas," ujar Aji.
Selain itu, ketersediaan penunjang medis dan sumber daya manusia masih belum merata juga menjadi salah satu faktornya. Ia juga menyoroti sistem pencatatan dan pelaporan CKG yang belum terintegrasi secara optimal.
Secara rinci, target cakupan CKG tahun 2026 akan disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis (Renstra) periode 2025-2029, sebagai berikut:
- Persentase kabupaten dan kota dengan cakupan CKG di atas 80 persen sebesar 60 persen.
- Persentase bayi baru lahir penerima CKG sebesar 70 persen.
- Persentase balita dan anak prasekolah penerima CKG sebesar 55 persen.
- Persentase anak usia sekolah dan remaja penerima CKG sebesar 35 persen.
- Persentase penduduk usia dewasa penerima CKG sebesar 45 persen.
- Persentase penduduk lanjut usia penerima CKG sebesar 55 persen.











































