Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan super flu atau varian dari atau influenza A (H3N2) yang disebut Subclade K tak menimbulkan ancaman serius seperti COVID-19.
Ia menyebut, virus ini memang memiliki sifat penularan yang cepat, namun risiko kematiannya sangat rendah.
"Ini sebenarnya virus H3N2. Namanya, populernya influenza A. Ini sudah lama adanya, sudah puluhan tahun kita lihat saja. Kemudian, dia keluar varian baru, yang namanya varian, mereka istilahnya subclade A. Jadi bukan satu virus baru seperti yang COVID. Jadi penularannya cepat, tetapi (risiko) kematiannya sangat rendah," kata Menkes dalam konferensi pers yang digelar di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
@detikhealth_official Hati-hati kalau lagi demam, batuk pilek, atau Waspada Gejala Flu, Ini Update Resmi Kemenkes sakit tenggorokan, jangan disepelekan. Kemenkes jelaskan: puluhan pasien yang sempat terdeteksi sudah pulih, tidak ada yang sakit berat, dan tidak ada yang meninggal. #SuperFlu #kemenkesri #flu #demam #influenza ♬ suara asli - detikHealth
Menkes juga mengatakan virus ini memang kerap meningkat pada musim tertentu seperti musim dingin. Hingga saat ini kasus di Indonesia masih tergolong rendah dan dapat ditangani dengan pengobatan biasa.
Meski begitu, ia mengimbau untuk tak perlu panik dan terus hati-hati, serta sadar bahwa subclade K ada di sekitar kita.
"Di Indonesia kita juga sudah identifikasi, terakhir jumlahnya puluhan. Nggak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa," sambungnya.
"Tapi nggak usah panik, karena sama seperti flu biasa bukan seperti COVID-19 yang dulu-dulu varian delta mematikan," katanya.
Di sisi lain, ia mengatakan 62 pasien kasus influenza A varian H3N2 subclade K sudah dalam keadaan sehat.
(suc/up)











































