Sebuah video di media sosial viral menunjukkan makanan bergizi gratis yang diterima tidak layak. Makanan untuk ibu hamil dan balita tersebut dibungkus kantong plastik tanpa kemasan tambahan.
Kejadian ini dialami oleh warga di Kabupaten Pandeglang, Banten. Dia mengunggah video melalui platform TikTok.
"Ini MBG untuk balita kaya gini, isinya ayam, nggak tahu itu bubur atau apa, kayak muntah kucing. Ini baru dibuka," tutur pemilik akun TikTok yang saat ini sudah menghapus unggahan kontennya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maaf bukan nggak bersyukur, masa mau dimakan pakai plastik begini?" tanyanya.
Melihat hal tersebut, sejumlah warganet juga mempertanyakan pemberian MBG dengan kantong plastik. Termasuk mengapa MBG tidak menggunakan wadah bubur.
Klarifikasi SPPG
Menanggapi video yang viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kayasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten buka suara. Kejadian tersebut dilaporkan pada Kamis (8/1/2026).
Menurut Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpyan, sebenarnya saat itu distribusi MBG sudah sesuai prosedur, yaitu menggunakan ompreng. Akan tetapi ketika tiba di lokasi penerima, salah satu kader posyandu memindahkan makanan ke kantong plastik. Tindakan tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak SPPG.
"Setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong," jelas Dimas, Sabtu (10/1).
Keesokan harinya SPPG baru mengetahui kejadian tersebut setelah menerima laporan viral di media sosial.
"Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi," kata Dimas.
@detikhealth_official Viral video dengan narasi makan bergizi gratis ibu hamil dan balita diterima tidak layak lantaran ditaruh di kantong plastik tanpa kemasan tambahan apapun. Kejadian tersebut disebut terjadi di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, Dimas Dhika Alpiyan, buka suara terkait viralnya video tersebut. Kejadian dilaporkan pada Kamis (8/1/2026). Dimas menyebut distribusi MBG saat itu sebetulnya sudah sesuai prosedur menggunakan ompreng. Namun, saat tiba di lokasi penerima, salah satu kader posyandu menurutnya memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantung plastik. Tindakan ini dilakukan tanpa berkoordinasi dengan pihak SPPG. "Setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas. Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong," jelas Dimas, Sabtu (10/1). Kejadian tersebut kemudian baru diketahui SPPG keesokan harinya, pasca menerima laporan viral di media sosial. "Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi," kata Dimas.
♬ original sound - detikHealth
Penjelasan Kader Posyandu
Sementara itu, Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Lusi, turut meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menegaskan kondisi makanan dalam video tidak dapat disimpulkan sebagai makanan tidak layak konsumsi melainkan sebagai upaya menghindari risiko kontaminasi air hujan di lapangan.
"Perlu kami luruskan, bukan seperti yang terlihat di video itu. Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan. Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan," jelas Lusi.
Simak Video "Video: Kondisi Sopir MBG di Cilincing Tak Layak, Baru Tidur Jam 4 Pagi"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/naf)











































