Perjuangan Relawan Nakes Menembus Wilayah Terisolir, Sebulan Pasca Banjir Aceh

Perjuangan Relawan Nakes Menembus Wilayah Terisolir, Sebulan Pasca Banjir Aceh

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 13 Jan 2026 07:31 WIB
Perjuangan Relawan Nakes Menembus Wilayah Terisolir, Sebulan Pasca Banjir Aceh
Para relawan nakes menembus wilayah yang masih terisolir. Foto: Nafilah Sri Sagita K/detikHealth
Aceh Tamiang -

Desa Sekumur, Kabupaten Aceh Tamiang, bak lenyap terbawa banjir dengan ketinggian air 7 sampai 10 meter di penghujung tahun 2025. Banyak warga kehilangan rumah hingga terpaksa membangun tenda sementara untuk bertahan.

Lebih dari sebulan berlalu, belum banyak yang berubah. Sisa lumpur baru mulai mengering setelah dua hari ke belakang tak ada hujan, akses air bersih hingga listrik belum sepenuhnya memadai.

Hal ini jelas berdampak pada kesehatan masyarakat mayoritas Desa Sekumur. Terpantau dalam kunjungan posko kesehatan di tengah lokasi terdampak, beberapa dari mereka mengeluhkan masalah kulit hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya gatal dan batuk sudah lebih dari seminggu, ada juga bagian yang bernanah," keluh Siti Fatimah, salah seorang warga, saat mendatangi posko.

"Ibu mandinya di mana? Pakai air apa?" tanya salah satu nakes yang tergabung dalam Tim Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch II, memastikan kemungkinan kontaminasi dari sumber air yang dipakai.

ADVERTISEMENT

Perjuangan Relawan Nakes Menembus Wilayah Terisolir, Sebulan Pasca Banjir AcehRelawan Nakes memberikan pelayanan pada pasien di Desa Sekumur, Aceh Tamiang. Foto: Nafilah Sri Sagita K/detikHealth

Belum banyak yang bisa dilakukan di Desa Sekumur, selain bantuan pemeriksaan dasar dan pemenuhan obat-obatan umum.

Bidan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sekumur, Siti Aisyah, menyebut kondisi pasca banjir membuat ruangan pelayanan di tingkat desa tidak bisa digunakan. Alat-alat kesehatan hanyut, tempat tidur pasien, oksigen, dan infus, juga nihil yang bisa digunakan.

Tantangan yang juga dihadapi adalah penanganan pasien kronis. Beberapa relawan kemudian membantu pendampingan keluarga dengan pasien stroke, hingga diabetes melitus. Memastikan sejumlah pasien tetap tidak putus obat, meski desa masih terisolir.

Para relawan nakes menempuh waktu kurang lebih dua jam via darat untuk mencapai Desa Sekumur dari titik kumpul sebelumnya di RSUD Aceh Tamiang. Bahkan sesampainya di sana, mereka masih harus menyeberangi sungai yang dikhawatirkan kembali meluap saat hujan.

Medan ekstrem tampak tidak menyurutkan semangat nakes untuk tetap memberikan pelayanan. Tergambar dari dokter umum dr Siti Tari Salsa, nakes yang sebenarnya juga menjadi korban bencana sebagai warga Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

Karena menyaksikan sendiri kondisi bencana kala itu, ia tahu betul bagaimana kesulitan yang dihadapi kebanyakan warga. Iya memutuskan untuk terus membantu pelayanan, alih-alih hanya fokus pada apa yang dirinya juga sedang hadapi.

Alasannya menyentuh.

"Masih banyak yang menderita daripada saya, keluarga saya masih sehat-sehat. Nggak semua orang yang seberuntung saya Pak, ada yang rumah hilang, ada keluarganya sakit bahkan meninggal, ada yang mayatnya itu nggak ditemukan," kata dia, sambil menahan tangis.

"Penderitaan saya nggak seberapa dibandingkan apa yang mereka butuhkan sekarang, jadi saya mau membantu," lanjutnya.

dr Siti adalah satu dari lebih 100-an relawan yang mengikuti tim tenaga cadangan kesehatan batch II Kemenkes. Datang dengan harapan yang sama, pemulihan secepatnya.

@detikhealth_official Sebulan pascabanjir, RSUD Aceh Tamiang mulai beroperasi secara parsial. RSUD yang sempat lumpuh akinat banjir akhir November 2025 ini telah memberikan beberapa pelayanan kesehatan hingga hemodialisa atau cuci darah. Meskipun begitu, bantuan medis dan tenaga relawan masih dibutuhkan agar pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan optimal. #banjiracehtamiang #banjir #rsudacehtamiang #kesehatan #detikhealth ♬ Medical - StudioMaxMusic

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Tiket Pesawat ke Aceh Mahal, Menkes Kirim Relawan Muter Lewat Malaysia "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads