SPPG Sindang Sari Buka Suara soal Viral Kepsek Lampung Sebut MBG Busuk

SPPG Sindang Sari Buka Suara soal Viral Kepsek Lampung Sebut MBG Busuk

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 15 Jan 2026 12:46 WIB
SPPG Sindang Sari Buka Suara soal Viral Kepsek Lampung Sebut MBG Busuk
Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva
Jakarta -

Video kepala sekolah (kepsek) SD di Kabupaten Lampung Utara geram imbas menu makan bergizi gratis (MBG) diduga dalam kondisi basi dan busuk, viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, Kepala SD Negeri 3 Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi Selatan, Ida Yulia Mega, menilai makanan yang diterima dalam kondisi tidak layak konsumsi.

"Kadang jeruk busuk, kadang salak busuk. Jangan masukin barang busuk kayak gini," beber Ida dalam video viral.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ida mengaku kejadian ini bukan kali pertama. Pada beberapa kasus sebelumnya, menu MBG yang diterima sekolahnya juga ditemukan dalam kondisi busuk.

Kasus ini semakin disorot, terlebih setelah dilaporkan 11 siswa SDN 3 Sindang Sari mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, membenarkan adanya laporan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Ya mual, pusing, hingga muntah-muntah dengan wajah sudah pucat. Namun alhamdulillah mereka sudah kembali ke rumah usai menjalani perawatan di rumah sakit," kata Yuni.

Klarifikasi SPPG

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala SPPG Sindang Sari, Abib Saputra, mengklaim informasi yang beredar menimbulkan kegaduhan dan berdampak pada persepsi publik pada program MBG, khususnya di Provinsi Lampung.

"Kami menyampaikan klarifikasi terkait menu program MBG pada Senin, 12 Januari, yang viral di berbagai media sosial. Informasi yang menyebut menu tersebut tidak layak konsumsi adalah tidak benar," kata Abib dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (14/1/2026).

Abib menegaskan, seluruh proses pengolahan hingga pendistribusian makanan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Mulai dari pemilihan bahan, proses memasak, hingga memilah porsi makanan sebelum dikirim ke sekolah.

Menu MBG yang disalurkan di hari tersebut adalah nasi putih, telur ceplok asam manis, tumis buncis dan wortel, tempe bacem, serta buah anggur. Makanan didistribusikan sekitar pukul 09.00 WIB dan dikonsumsi siswa beberapa menit setelah tiba di sekolah.

Terkait adanya keluhan sejumlah siswa berupa mual, pusing, dan sakit perut, pihak SPPG mengaku langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan cepat terhadap para siswa.

Menjawab tudingan makanan busuk atau berlendir, Abib menegaskan klaim tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Dugaan bahwa makanan tersebut tidak layak konsumsi tidak sesuai dengan fakta yang kami temukan," tegasnya.

SPPG Sindang Sari juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk uji sampel makanan.

"Berdasarkan pengecekan awal, menu dinyatakan aman dan tidak menimbulkan kejadian luar biasa bagi penerima manfaat," tambah Abib.

Pihak SPPG masih memantau kemungkinan dampak lanjutan pada siswa. Pertemuan antara pihak SPPG dan Kepala SDN 3 Sindang Sari telah dilakukan, tetapi menurut Abib, kepala sekolah tersebut tidak bersedia memberikan klarifikasi atas tudingan yang dinilai tidak sesuai fakta.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Mekanisme hingga Menu MBG saat Ramadan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads