Pendaki Syafiq Ali Razan (18) ditemukan meninggal dunia setelah hilang lebih dari dua pekan atau 17 hari di Gunung Slamet. Kabar penemuan jenazah Syafiq Ali dibenarkan Kepala Desa Clekatakan, Pemalang, Sutrisno.
"Kami sampaikan bahwa survivor atas nama Ali Syafiq telah diketemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia)," dalam rekaman video yang diterima detikJateng, Rabu (14/1/2026).
Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, menjelaskan korban tidak ditemukan dalam kondisi tertimbun pasir atau terkubur. Berdasarkan hasil pengamatan dokumentasi di lapangan, korban diduga baru meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, korban diduga meninggal dunia akibat hipotermia. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya kondisi pakaian korban yang tidak lengkap.
"Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul, serta sepatu dan kaus kaki. Ceceran perlengkapan itu ditemukan di sekitar lokasi," tambahnya.
Apa itu Hipotermia?
Dikutip dari Mayo Clinic, hipotermia adalah kondisi yang terjadi saat suhu inti tubuh turun di bawah 35 derajat celcius.
Ketika suhu tubuh turun, jantung, sistem saraf, dan organ lainnya tidak dapat berfungsi sebaik biasanya. Jika tidak diobati, hipotermia dapat menyebabkan gagal jantung dan sistem pernapasan, dan pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.
Penyebab umum hipotermia meliputi paparan cuaca dingin atau terendam dalam air dingin. Pengobatan hipotermia meliputi metode untuk menghangatkan tubuh kembali ke suhu normal.
Gejala hipotermia meliputi:
- Gemetaran.
- Ucapan yang tidak jelas atau bergumam.
- Bernapas perlahan dan dangkal.
- Denyut nadi lemah.
- Kecanggungan atau kurangnya koordinasi.
- Rasa kantuk atau energi yang sangat rendah.
- Kebingungan atau kehilangan ingatan.
- Penurunan kesadaran.
- Pada bayi, kulitnya berwarna merah terang dan dingin.
(suc/suc)











































