RSUD Aceh Tamiang Bangun ICU Mini untuk Layani Korban Bencana

RSUD Aceh Tamiang Bangun ICU Mini untuk Layani Korban Bencana

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sabtu, 17 Jan 2026 08:02 WIB
RSUD Aceh Tamiang Bangun ICU Mini untuk Layani Korban Bencana
Kondisi RSUD di Aceh Tamiang. (Foto: Nafilah Sri Sagita K/detikHealth)
Jakarta -

RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, mulai mengaktifkan kembali unit perawatan intensif (ICU) untuk melayani korban bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut. Saat ini, layanan ICU yang beroperasi masih bersifat sementara atau ICU mini.

Menurut Direktur RSUD Muda Sedia Andika Putra, target utamanya adalah untuk segera mengaktifkan ICU ini. Sejauh ini, di ICU mini sudah tersedia dua ventilator dewasa, satu ventilator anak, dan alat bantu napas non-invasif atau CPAP.

"Namun, memang ICU definitifnya sendiri, target kami akan berdayakan setelah jaringan oksigennya pulih. Setelah AC-nya kami pasang baru, maka nanti akan kami hidupkan," katanya, dikutip dari ANTARA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain ICU, RSUD Muda Sedia juga membutuhkan dukungan sarana lain, termasuk unit pelayanan darah untuk menunjang tindakan operasi besar dan penanganan penyakit tertentu.

ADVERTISEMENT

Menurut Andika, jika ini semua tidak didukung dengan ketersediaan darah juga bisa mempersulit perawatan. Saat ini hal yang sangat dibutuhkan adalah mobil ambulans.

"Sampai sekarang memang kami masih kekurangan ambulans hanya dua, setidaknya kami minimal ada tambahan tiga lagi, jadi stand by lima ambulans lah untuk melayani masyarakat," tutur Andika.

Sebelumnya, RSUD Muda Sedia sempat lumpuh akibat banjir yang menerjang Aceh Tamiang pada 27 November 2025. Seluruh pasien yang dirawat kala itu harus dievakuasi ke ruang rawat di lantai dua.

Proses pembersihan rumah sakit dimulai sejak 3 Desember 2025 dan kini layanan kesehatan mulai berjalan kembali secara bertahap.

Untuk mendukung penanganan pasien, relawan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga diterjunkan ke lokasi. Langkah ini dilakukan mengingat lebih dari 90 persen tenaga kesehatan dan tenaga medis di RSUD Muda Sedia turut terdampak bencana dan menjadi korban.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati menyebut pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan di lapangan.

"Ini disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, pemerintah telah dan terus mengupayakan sebaik mungkin," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Efek Buruk Jika Anak di Lokasi Bencana Terus Makan Mi Instan"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads