Syafiq Ali Razan, pendaki berusia 18 tahun ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet. Ia ditemukan setelah 17 hari menghilang dan diduga mengalami hipotermia.
"Korban mengalami hipotermia. Ia sempat melepaskan celana hingga sebatas dengkul, serta sepatu dan kaus kaki. Ceceran perlengkapan itu ditemukan di sekitar lokasi," kata Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, dalam rekaman video yang diterima detikJateng.
Jika terjadi kondisi seperti ini, pertolongan pertama apa yang bisa dilakukan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari kasus tersebut, dokter emergency dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro, SpB, mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama saat mengalami hipotermia.
Hal pertama adalah membuka semua pakaian yang basah, kemudian diganti dengan pakaian yang kering. Selanjutnya, kata dr Wisnu, apabila pasien dalam kondisi sadar, segera berikan minuman atau makanan hangat.
"Ya supaya tubuhnya memiliki energi untuk melakukan metabolisme," tutur dr Wisnu pada detikcom, Sabtu (17/1/2026).
"Ketiga, harus dipastikan pasien tidak mengalami dehidrasi dengan diberikan minuman hangat," tambahnya.
Apabila korban tidak sadar, harus segera dibawa turun dari gunung untuk mendapatkan tindakan medis yang lebih lanjut. Maka dari itu, dr Wisnu menyarankan agar para pendaki mempersiapkan berbagai hal yang dibutuhkan untuk mencegah terjadinya hipotermia, termasuk makanan dan minuman.
dr Wisnu juga menekankan pentingnya ilmu yang cukup sebelum mendaki gunung, seperti bergabung dengan pecinta alam. Jika tidak dibekali dengan ilmu yang baik seringkali menjadi malapetaka.
"Sekarang masalah cuaca, misalkan cuaca yang banyak hujannya, maka harus kita membekali diri dengan jas hujan supaya pada saat terjadi misalkan tiba-tiba terkurung atau mengalami hujan deras," terang dia.
"Kita juga harus segera menyiapkan tenda, di mana kita bisa berlindung dari terpaan air hujan maupun angin, dan semu itu bisa membawa atau bisa menyebabkan seseorang mengalami hipotermia," pungkasnya.
(sao/kna)











































