Bukan Karena Cinta, Psikiater Beberkan Alasan Pelaku Child Grooming

Bukan Karena Cinta, Psikiater Beberkan Alasan Pelaku Child Grooming

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Minggu, 18 Jan 2026 10:03 WIB
Bukan Karena Cinta, Psikiater Beberkan Alasan Pelaku Child Grooming
Foto: Instagram @aurelie
Jakarta -

Istilah child grooming belakangan viral setelah Aurelie Moeremans membagikan pengalamannya menjadi korban saat berusia 15 tahun. Lewat bukunya berjudul 'Broken Strings', Aurelie berharap kisah kelam tersebut menjadi pelajaran bagi gadis muda agar tidak terjebak dalam hubungan manipulatif.

Child grooming adalah proses manipulasi psikologis yang dilakukan pelaku untuk membangun kepercayaan, kedekatan emosional, dan ketergantungan pada anak, dengan tujuan eksploitasi, baik emosional, psikologis, maupun seksual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut psikiater dr Lahargo Kembaren, Sp KJ, alasan pelaku melakukan grooming bukan karena cinta melainkan karena hal berikut.

Kebutuhan akan Kontrol

Pelaku merasa berkuasa saat bisa mengendalikan emosi dan keputusan anak.

ADVERTISEMENT

Distorsi Kognitif

Pelaku membenarkan perilaku:

  • "Aku menyayangi, bukan menyakiti"
  • "Anaknya yang duluan nyaman"

Defisit Empati

Kesulitan merasakan penderitaan korban, fokus pada kepuasan diri.

Pengulangan Pola

Sebagian pelaku dulunya juga korban, namun luka yang tidak disembuhkan berubah menjadi pola menyakiti.

"Luka yang tidak disadari bisa berubah menjadi luka yang diwariskan," dalam keterangan yang diterima detikcom, Sabtu (17/1/2026).

Adapun dampak child grooming terhadap korban kerap kali tak langsung terlihat, namun bisa muncul bertahun-tahun kemudian. Dampaknya, seperti:

Psikologis

  • Kebingungan emosi
  • Rasa bersalah berlebihan
  • ⁠Sulit percaya orang lain
  • Trauma relasional

Relasi

  • Mudah terjebak hubungan tidak sehat
  • Sulit mengenali batasan
  • Takut menolak

Diri Sendiri

  • Harga diri rendah
  • Merasa "aku yang salah"
  • Kesulitan berkata tidak
  • Banyak korban baru menyadari:

"Oh... itu ternyata bukan kedekatan yang sehat."

Halaman 2 dari 2
(suc/suc)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads