Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Serangan Jantung, Inikah Pemicunya?

Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Serangan Jantung, Inikah Pemicunya?

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Senin, 19 Jan 2026 07:15 WIB
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro Meninggal Serangan Jantung, Inikah Pemicunya?
Foto: Dok. Istimewa/@aremafcofficial
Jakarta -

Kabar duka datang dari Malang, Jawa Timur. Asisten pelatih Arema FC Kuncoro meninggal dunia akibat serangan jantung, setelah sebelumnya kolaps saat laga amal di Stadion Gajayana.

Dikutip dari detikJatim, charity game ini dilaksanakan dalam rangkaian peringatan 100 Tahun Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (18/1/2026. Pria yang akrab disapa 'Abah Kuncoro' tersebut sempat mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).

Sebelum dibawa ke rumah sakit, Kuncoro sempat mendapatkan pertolongan pertama yakni resustasi jantung paru (RJP) di lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan rasa duka yang mendalam. Baginya, kepergian Kuncoro sangat tidak disangka dan terasa sangat cepat.

"Kami semua sangat shock dan terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat dia merajut mimpi masa mudanya," ujar pria yang akrab disapa Inal tersebut, Minggu (18/1/2026).

ADVERTISEMENT

Mengapa Bisa Kolaps Saat Olahraga?

Spesialis jantung dr Vito Damay, SpJP(K), FIHA, FICA mengatakan memang ada beberapa kemungkinan terkait masalah jantung yang dapat membuat seseorang kolaps saat berolahraga.

Beberapa di antaranya seperti serangan jantung, aritmia jantung, hingga kardiomiopati hipertrofik. Serangan jantung dapat terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah terutama pada individu dengan faktor risiko seperti hipertensi, kolesterol tinggi, atau riwayat penyakit jantung di keluarga.

Sedangkan, pada kasus aritmia jantung ini bisa terjadi ketika jantung berdetak secara tidak teratur dan tidak mampu memompa darah dengan efektif.

"Sedangkan kardiomiopati hipertrofik (HCM), kondisi di mana otot jantung menebal secara abnormal dan menghambat aliran darah, sering menjadi penyebab kematian mendadak pada atlet muda," ujar dr Vito ketika dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Penyebab lain kolaps saat berolahraga juga bisa disebabkan oleh diseksi aorta pada individu dengan riwayat tekanan darah tinggi, hingga kondisi non-jantung seperti stroke, hipoglikemia (gula darah rendah), hingga gangguan elektrolit.

Dengarkan Tanda-tanda Tubuh

Perlu digarisbawahi bahwa olahraga memang penting untuk kesehatan jantung. Namun, tak kalah pentingnya juga untuk peka terhadap sinyal-sinyal tubuh. Ketika tubuh dirasa sudah menunjukkan tanda berlebihan, maka sebaiknya dihentikan.

"Dengarkan sinyal tubuh. Jika merasa nyeri dada, sesak napas, pusing, atau lelah berlebihan, segera hentikan olahraga dan cari pertolongan medis," katanya.

Beberapa gejala masalah jantung lain yang harus diwaspadai saat berolahraga bisa berupa kelelahan ekstrem, pusing, terasa ingin pingsan, hingga nyeri dada.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: dr. Dhika Raspati Ungkap Bahaya Cardiac Arrest bagi Pelari Trail"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/kna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads